Pemkot Jambi Batalkan Pembangunan Depo Sampah di Samping Pertamina, Ini Lokasi Baru yang Dipilih
KOTAJAMBI – Pemerintah Kota Jambi membatalkan rencana pembangunan depo sampah di samping Depot Pertamina, Kecamatan Jambi Timur, setelah mendapat penolakan dari masyarakat setempat. Sebagai gantinya, depo sampah akan dibangun di kawasan IPAL Komunal Sijenjang yang merupakan aset milik pemerintah.
Wali Kota Jambi Maulana mengatakan keputusan tersebut diambil setelah pemerintah mendengar aspirasi masyarakat sekaligus mempertimbangkan aspek keselamatan karena lokasi yang direncanakan berada di dekat fasilitas penyimpanan bahan bakar milik Pertamina.
“Kami sudah mendengar aspirasi masyarakat. Selain itu, lokasi tersebut juga berada di dekat depot Pertamina sehingga tentu ada risiko yang harus menjadi pertimbangan,” ujar Maulana saat diwawancarai, Minggu (28/6/2026) lalu.
Menurut Maulana, lokasi pembangunan depo kemudian dialihkan ke kawasan IPAL Komunal Sijenjang karena tersedia lahan milik Pemerintah Kota Jambi dan kawasan tersebut telah memiliki fasilitas pengelolaan limbah.
“Kita alihkan ke IPAL Komunal Sijenjang karena di sana ada lahan milik pemerintah kota. Di kawasan itu juga sudah ada pengelolaan limbah cair, sehingga depo sampah untuk wilayah Jambi Timur akan dibangun di sana,” katanya.
Ia menegaskan, secara umum pembangunan depo sampah di Kota Jambi tetap berjalan sesuai rencana. Selain membangun depo baru, pemerintah juga melakukan revitalisasi terhadap depo-depo yang sudah ada.
Saat ini, kata Maulana, pembangunan depo sampah baru telah dilakukan di tujuh titik. Ke depan, Pemerintah Kota Jambi menargetkan setiap kecamatan memiliki minimal satu depo sampah agar sistem pengangkutan sampah menjadi lebih efektif.
“Dengan begitu, gerobak motor pengangkut sampah dari rumah ke rumah tidak perlu menempuh jarak terlalu jauh menuju depo, sehingga operasional menjadi lebih efisien dan risikonya juga berkurang,” ujarnya.
Sebelumnya, rencana pembangunan depo sampah di samping Pertamina menuai penolakan dari warga RT 03 dan RT 04. Penolakan tersebut sempat viral melalui sebuah video yang beredar di media sosial.
Dalam video itu, seorang warga menyebut pembangunan depo sampah akan dijadikan lokasi penampungan sampah bagi masyarakat Kecamatan Jambi Timur sehingga warga menyatakan keberatan.
“Jadi kami selaku warga RT 04 serta ibu-ibu tidak menyetujui bahwa pembangunan depo di sini,” ujar warga dalam video tersebut.
Setelah dilakukan mediasi antara warga dan Pemerintah Kota Jambi, rencana pembangunan depo di lokasi tersebut akhirnya dibatalkan. Warga pun mengapresiasi langkah pemerintah yang dinilai telah mendengarkan aspirasi masyarakat.
“Terima kasih kepada Pak Wali Kota Jambi yang telah mendengar aspirasi kami. Pembangunan depo di samping Pertamina akhirnya dibatalkan,” ujar salah seorang perwakilan warga.
Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Jambi, Mahruzar, mengatakan selama proses penyiapan lokasi baru, Operator Pengumpul Sampah Berbasis Masyarakat (OPBM) di wilayah Jambi Timur untuk sementara mengangkut sampah ke Depo Sementara Pasar Talang Banjar.
“Saat ini OPBM Jambi Timur membuang sampah ke Depo Sementara Pasar Talang Banjar sambil menunggu pembangunan depo yang baru,” kata Mahruzar.










