Hutama Karya bersama Polda Sumsel Terapkan Rekayasa Lalu Lintas di Fungsional Tol Palembang-Betung
SUMSEL – PT Hutama Karya (Persero) selaku pengelola Jalan Tol Palembang–Betung terus berkoordinasi dengan Kepolisian dan instansi terkait dalam pelaksanaan pengaturan lalu lintas selama pengoperasian fungsional ruas tol pada periode Mudik Lebaran 2026. Tol fungsional ini menjadi salah satu akses penting di Provinsi Sumatra Selatan, serta dioperasikan setiap hari mulai pukul 07.00 WIB hingga 17.00 WIB pada 13–29 Maret 2026.
Berdasarkan hasil analisis dan evaluasi lalu lintas pada Jumat, (13/03), terpantau adanya antrean kendaraan yang cukup panjang di Exit Tol Pangkalan Balai. Menindaklanjuti kondisi tersebut, Hutama Karya bersama Kepolisian melakukan penyesuaian pola rekayasa lalu lintas yang mulai diberlakukan pada Sabtu, (14/03).
Dalam skema rekayasa terbaru tersebut, kendaraan dari arah Kayu Agung menuju Kramasan diarahkan untuk keluar melalui Exit Pulo Rimau. Penyesuaian ini dilakukan sebagai upaya untuk mengurai kepadatan kendaraan, meningkatkan kelancaran arus lalu lintas, serta mengoptimalkan distribusi kendaraan pada ruas fungsional Tol Palembang–Betung.
Untuk mendukung penerapan rekayasa lalu lintas tersebut, Hutama Karya bersama Kepolisian menyiagakan petugas di sejumlah titik strategis guna melakukan pengaturan, pengawasan, serta sosialisasi kepada pengguna jalan. Pengguna jalan diimbau untuk tetap tertib, mematuhi rambu-rambu yang terpasang, serta mengikuti arahan petugas di lapangan demi keamanan dan kelancaran perjalanan bersama.
Sekilas Tentang Hutama Karya
PT Hutama Karya (Persero) merupakan Badan Usaha Milik Negara (BUMN), bagian dari Danantara, yang bergerak di sektor pengembangan infrastruktur dan pengelolaan jalan tol. Perseroan menyediakan berbagai layanan, antara lain konstruksi, investasi jalan tol, serta operasi dan pemeliharaan jalan tol. Dalam visinya sebagai pengembang infrastruktur terkemuka di Indonesia, Hutama Karya terus berkolaborasi dengan anak perusahaan dan Special Purpose Vehicle (SPV) untuk mengoptimalkan inovasi di setiap lini bisnisnya, sehingga tetap berperan penting dalam mendukung kemajuan pembangunan infrastruktur di Tanah Air guna mewujudkan Asta Cita Pemerintah. Entitas anak perusahaan tersebut antara lain PT Hutama Karya Infrastruktur (HKI) yang fokus pada jasa konstruksi, PT Hakaaston (HKA) yang menangani operasi dan pemeliharaan jalan tol, PT Hutama Karya Realtindo (HKR) yang bergerak di bidang properti, serta PT Hutama Marga Waskita (Hamawas) yang berfokus pada pengelolaan jalan tol. Sementara SPV yang dimiliki Hutama Karya adalah PT Hutama Mambelim Trans Papua (HMTP) dan PT Hutama Panorama Sitinjau Lauik (HPSL).










