Polda Jambi Terima Audiensi Kakanwil HAM, Perkuat Sinergi Penegakan Hukum Berbasis HAM Polda Jambi Perkuat Sinergi dengan Bank Mandiri Jambi dalam Pengamanan Sektor Perbankan Yello Hotel Jambi Peduli Lingkungan Gelar Aksi Word Clean Up Day di Gentala ARASY Pelaku Pembakaran Lahan Ditangkap, Kapolres Sarolangun: Terancam Hukuman 10 Tahun Penjara Komplotan Pencurian Minyak Kondensat PT Pertamina Dibekuk Ditreskrimum Polda Jambi 

Home / Berita / Bisnis / Nasional

Sabtu, 18 April 2026 - 08:26 WIB

Ojk Dorong Penguatan Literasi Keuangan Lewat Pendidikan Formal Webinar Internasional Global Money Week (GMW) 2026

Ojk Dorong Penguatan Literasi Keuangan Lewat Pendidikan Formal Webinar Internasional Global Money Week (GMW) 2026

Jakarta – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terus mendorong penguatan literasi keuangan generasi muda melalui jalur pendidikan keuangan dalam sistem pendidikan formal guna membentuk masyarakat yang memiliki kesadaran dan ketahanan finansial sejak dini.

Demikian disampaikan Kepala Eksekutif Pengawas Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi, dan Pelindungan Konsumen OJK Dicky Kartikoyono dalam OJK International Webinar bertema “From Early Education to Financial Health: Integrating Financial Literacy into Formal Education Systems” yang dilaksanakan secara virtual, Jumat, sebagai bagian dari rangkaian peringatan Global Money Week (GMW) 2026.

“Literasi keuangan harus mampu diwujudkan menjadi kesehatan keuangan. Hal ini tidak hanya berkaitan dengan pengetahuan, tetapi juga ketahanan, kemampuan mengambil keputusan yang tepat, serta kesejahteraan keuangan jangka panjang, khususnya bagi generasi muda,” kata Dicky.

Baca Juga  Kepala OJK Jambi Yan Iswara Rosya Apresiasi capaian TPAKD Kabupaten Sarolangun Sepanjang tahun 2024

Dicky menambahkan, pendidikan memegang peran sentral dalam membangun kapasitas keuangan masyarakat sejak dini melalui penguatan pengetahuan, keterampilan praktis, dan penerapannya dalam kehidupan nyata.

“Dengan mengintegrasikan literasi keuangan ke dalam sistem pendidikan formal dan kurikulum, kita membangun fondasi yang kuat agar setiap individu mampu mengambil keputusan keuangan yang bijak sepanjang hidupnya. Upaya ini memerlukan kolaborasi berkelanjutan antara regulator, pendidik, industri, dan komunitas,” kata Dicky.

OJK juga memandang bahwa pendidikan keuangan perlu melampaui ruang kelas, antara lain melalui platform digital, kampanye nasional, serta keterlibatan berbagai pemangku kepentingan dalam membangun ekosistem literasi keuangan yang kuat dan inklusif.

Dalam kesempatan tersebut, Chair of the OECD International Network on Financial Education (OECD/INFE) Magda Bianco menyampaikan bahwa edukasi dan literasi keuangan merupakan modal penting bagi masyarakat untuk memanfaatkan peluang sekaligus meminimalkan risiko dalam pengelolaan keuangan.

Baca Juga  Pentingnya Kolaborasi dengan Media Massa Perkuat Literasi Keuangan Masyarakat

“Kemudahan akses informasi, hadirnya berbagai instrumen investasi baru, serta maraknya informasi investasi dari sumber yang tidak selalu kredibel menjadi peluang sekaligus risiko. Karena itu, kompetensi keuangan perlu dibangun sejak dini,” kata Magda.

Menurut Magda, terdapat dua alasan utama mengapa kompetensi keuangan perlu diajarkan sejak usia sekolah. Pertama, pengetahuan yang diperoleh sejak dini akan lebih mudah tertanam dan dikuasai hingga dewasa. Kedua, pembelajaran sejak dini dapat membantu mengurangi kesenjangan akibat perbedaan latar belakang sosial ekonomi, sehingga setiap siswa memiliki kesempatan yang lebih setara dalam menghadapi masa depan.

Magda juga menegaskan bahwa berbagai bukti empiris menunjukkan kompetensi keuangan dapat meningkatkan ketahanan individu dalam menghadapi guncangan, termasuk risiko penipuan, membantu mengelola utang secara bijak, menghindari utang berlebih, serta mendorong keputusan investasi yang lebih rasional melalui pemahaman atas risiko dan imbal hasil.

Baca Juga  Polda Jambi Tuan Rumah Turnamen Volly Bhayangkari CUP Zona 2 Dalam Rangka HKGB ke 72

Secara keseluruhan, peningkatan literasi keuangan tidak hanya mendukung kesejahteraan individu, tetapi juga berkontribusi terhadap stabilitas sistem keuangan, efektivitas kebijakan moneter, dan pengurangan kesenjangan sosial.

Webinar tersebut merupakan bagian dari peringatan Global Money Week 2026 yang mengangkat tema “Smart Money Talks”, sebuah inisiatif global yang digagas oleh Organisation for Economic Co-operation and Development International Network on Financial Education (OECD/INFE).

GMW 2026 menekankan pentingnya percakapan terbuka, inklusif, dan bermakna mengenai keuangan di lingkungan keluarga, sekolah, dan komunitas untuk meningkatkan cara berpikir kritis tentang keuangan, membentuk perilaku keuangan yang bertanggung jawab, serta menumbuhkan kepercayaan diri finansial peserta didik sejak dini.

Kegiatan ini diikuti oleh sekitar 3.000 peserta yang berasal dari perwakilan kementerian/lembaga, lembaga jasa keuangan, guru dan tenaga pendidik, akademisi, ekonom, mahasiswa, Duta Literasi Keuangan OJK, serta pegawai OJK.

Share :

Baca Juga

Berita

YELLO Hotel Jambi Hadirkan Workshop dan Pameran Fotografi Arsitektur Bersama Komunitas Fotografi

Berita

Brimob Polda Jambi Peduli, 1 Unit Mobil AWC Berisi Air Bersih Disalurkan ke Masyarakat Terdampak Kekeringan

Berita

Sapa Pendengar RRI, Ditlantas Polda Jambi Gencarkan Edukasi Operasi Patuh 2026 Lewat “Patroli Udara Siginjai”

Berita

Lomba Burung Berkicau Ronggolawe Nusantara Jambi Bersama Romi Haryanto Sukses Digelar

Berita

Imigrasi Jambi Gelar Layanan Paspor Simpatik Sambut Hari Bhakti Imigrasi ke 74

Berita

Pererat Hubungan Kemitraan Antara Polri dan Tokoh Agama, Kapolda Jambi Silaturahmi bersama Pengurus Gereja GBKP dan GKPS

Berita

Guncang Akhir Tahun 2025! All New Honda Vario 125 Resmi Meluncur di Jambi

Berita

Selektif Pilih Teman, Ditresnarkoba Polda Jambi Pasang Himbauan di SMP Negeri 6 Kota Jambi Tentang Bahaya Narkoba