Yello Hotel Jambi Peduli Lingkungan Gelar Aksi Word Clean Up Day di Gentala ARASY Pelaku Pembakaran Lahan Ditangkap, Kapolres Sarolangun: Terancam Hukuman 10 Tahun Penjara Komplotan Pencurian Minyak Kondensat PT Pertamina Dibekuk Ditreskrimum Polda Jambi  Ny. Puput Husaini, Bawa IAD Bangka Tengah Juara Pertama Lomba Senam Kreasi Acara Puncak Hari Adat Melayu Jambi ke 2 Dihadiri Langsung Kapolda Jambi 

Home / Berita / Daerah / Muaro Jambi

Kamis, 3 Juli 2025 - 22:12 WIB

Kunjungi Situs Bersejarah Candi Muaro Jambi, Kapolda Irjen Pol Krisno : Kita Harus Bangga Jadi Orang Jambi

Kunjungi Situs Bersejarah Candi Muaro Jambi, Kapolda Irjen Pol Krisno : Kita Harus Bangga Jadi Orang Jambi

Muaro Jambi – Kapolda Jambi, Irjen Pol Krisno H. Siregar, melakukan kunjungan ke kompleks percandian Muaro Jambi, Kamis (3/7), dalam rangka meninjau situs bersejarah yang menjadi salah satu warisan budaya terbesar di Asia Tenggara.

Kunjungan ini turut didampingi oleh Kabid TIK, Kabidkum Polda Jambi, serta Kapolres Muaro Jambi.

Dalam kesempatan tersebut, Irjen Pol Krisno menyampaikan rasa bangganya terhadap kekayaan sejarah dan budaya yang dimiliki Provinsi Jambi.

Baca Juga  Dipimpin Karo Ops dan Dansat Brimob Polda Jambi Kembali Salurkan Air Bersih ke Masyarakat 

Dia mengungkapkan kekagumannya atas peran penting Candi Muaro Jambi di masa lalu, yang bahkan sempat menjadi pusat pembelajaran agama Buddha tingkat dunia.

“Kami datang di situs Candi Muaro Jambi yang terletak 25 kilometer dari Kota Jambi. Senang sekali bahwa diinformasikan Jambi itu pernah menjadi pusat kebudayaan Buddha pada abad ke 7 hingga abad ke 12,”ujarnya.

Lanjut Kapolda Jambi, “kita boleh berbangga bahwa nenek moyang kita dulu pernah menjadi pusat kebudayaan dunia,” terangnya.

Lebih lanjut, Kapolda menekankan pentingnya kesadaran masyarakat Jambi untuk mengenali dan menghargai warisan leluhur.

Baca Juga  Tim Srikandi Keliling Danau dan Bukit Kerman Siap Sisir Desa Bawa Visi dan Misi HTK-Ezi

Menurutnya, situs Candi Muaro Jambi bukan hanya sekadar objek wisata, tetapi juga simbol kejayaan masa lampau yang seharusnya menjadi sumber inspirasi bagi generasi saat ini.

“Masyarakat Jambi juga harusnya bangga menjadi orang Jambi. Bagaimana zaman dulu, para pendeta Buddha dari seluruh dunia, dari India, datang ke sini untuk belajar. Karena bangsa ini ada, kita sepakat semua, karena ada sejarah masa lampau. Oleh karena itu, jangan melupakan sejarah. Kita belajar, kita akan mampu menjadi bangsa,” ungkapnya.

Baca Juga  Silaturahmi bersama Badan Musyawarah Antar Gereja Lembaga Keagamaan Kristen Indonesia, Kapolda Jambi: Perkuat Sinergi Jaga Kerukunan dan Kamtibmas

Candi Muaro Jambi sendiri merupakan kompleks candi peninggalan Kerajaan Sriwijaya dan Melayu Kuno yang diperkirakan telah berdiri sejak abad ke-7 hingga ke-12 Masehi.

Luas kompleks ini mencapai sekitar 3.981 hektare dan diyakini dulunya merupakan pusat pendidikan dan agama Buddha terbesar di Asia Tenggara.

Kunjungan ini menjadi pengingat akan pentingnya pelestarian sejarah dan budaya sebagai fondasi identitas bangsa.

Kehadiran Kapolda Jambi beserta jajaran juga menjadi bentuk nyata dukungan aparat kepolisian dalam menjaga dan mengangkat nilai-nilai sejarah lokal di tengah modernisasi zaman.

Share :

Baca Juga

Berita

Tidak Mau Diperiksa terkait Kasus Dugaan Penipuan DO Sawit, Oknum Anggota DPRD Batanghari Dilakukan Upaya Penjemputan Paksa

Berita

Melalui Kodim 0417/Kerinci, Kodam II/SWJ Gelar Dapur Masuk Sekolah

Berita

Distribusikan 405 Porsi, Ditpolairud Polda Jambi Sukses Laksanakan Program Makan Bergizi Gratis di 6 Sekolah

Berita

Grand Opening TS Billiard dan Kopitiam di Kuala Tungkal, Syufrayogi : Semoga Bisa Jadi Wadah Salurkan Hobi

Berita

Jelang HUT TNI KE 79,Dandim 0417/Kerinci Pimpin Ziarah Rombongan Di TMP

Berita

Peringati HUT ke 60, Berbagai Kegiatan Digelar DPD Partai Golkar Provinsi Jambi, Ini Pesan Sekretaris Pahrul Rozi

Berita

Lakukan Patroli Skala Besar dalam Tahapan Kampanye, Satgas OMB Polda Jambi Pastikan Situasi Kamtibmas Kondusif

Berita

Darah di Ujung Tugas: Ketika Polisi Bertaruh Nyawa, Keluarga Bertaruh Air Mata