BPTD Kelas II Jambi Prediksi 1,90 Juta Warga Bepergian Saat Lebaran 2026, Titik Rawan Bencana Kerinci Diantisipasi
JAMBI – Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) Kelas II Jambi memprediksi pergerakan masyarakat pada arus mudik dan balik Lebaran 2026 akan mengalami peningkatan signifikan.
Kepala BPTD Kelas II Jambi Dr H Benny Nurdin Yusuf menegaskan kesiapan sarana, prasarana, hingga langkah antisipasi di titik rawan kecelakaan dan bencana, khususnya di wilayah Kerinci.
Kepala BPTD Kelas II Jambi Dr Benny Nurdin dalam keterangannya menyampaikan, secara nasional pergerakan masyarakat diprediksi mencapai 143,91 juta orang atau sekitar 50,6 persen dari total penduduk Indonesia. Sementara di Provinsi Jambi, diperkirakan sebanyak 1,90 juta jiwa akan melakukan perjalanan selama periode Angkutan Lebaran 2026.
“Puncak arus mudik diprediksi terjadi pada H-4 dan H-3 atau tanggal 17 dan 18 Maret 2026, sedangkan puncak arus balik pada H+2 dan H+3 atau 24 dan 25 Maret 2026. Kami telah melakukan berbagai langkah persiapan untuk memastikan kelancaran dan keselamatan masyarakat,” ujarnya.
Di simpul transportasi Terminal Tipe A, berdasarkan data persentase kenaikan dan forecasting, diperkirakan kendaraan datang sebanyak 509 bus dan kendaraan berangkat mencapai 2.243 bus. Sementara jumlah penumpang datang diprediksi 4.317 orang dan penumpang berangkat mencapai 27.003 orang.
Untuk mendukung kelancaran arus mudik, BPTD Kelas II Jambi telah menyiapkan empat Terminal Tipe A, yakni Terminal Alam Barajo, Sribulan, Pulau Tujuh Bangko, dan Muara Bungo. Selain itu, tiga Unit Pelaksana Penimbangan Kendaraan Bermotor (UPPKB) dialihfungsikan menjadi rest area, masing-masing di Merlung, Muara Tembesi, dan Pelawan.
“Kami juga telah melaksanakan rampcheck sejak 1 Januari hingga 25 Februari 2026 terhadap 3.450 kendaraan. Hasilnya, 83,7 persen dinyatakan laik jalan, 14,7 persen diberikan peringatan, dan 1,6 persen ditilang serta dilarang beroperasi. Ini komitmen kami memastikan kendaraan yang beroperasi benar-benar memenuhi standar keselamatan,” tegasnya.
Pada periode persiapan Angkutan Lebaran (23–25 Februari), sebanyak 149 kendaraan kembali diperiksa dengan hasil 77,2 persen laik jalan, 16,8 persen peringatan, dan 6 persen ditilang serta dilarang operasi.
Selain itu, terdapat delapan posko Angkutan Lebaran yang diselenggarakan BPTD Kelas II Jambi, serta 24 masjid besar yang berpotensi dimanfaatkan sebagai rest area tambahan di sepanjang jalur mudik.
Kepala BPTD juga menyoroti adanya 60 titik rawan kecelakaan yang tersebar di 10 kabupaten/kota di Provinsi Jambi. Khusus di Kabupaten Kerinci, pihaknya memberi perhatian lebih terhadap titik rawan bencana, terutama jalur yang berpotensi longsor dan pohon tumbang akibat curah hujan tinggi.
“Wilayah Kerinci memiliki kontur perbukitan dan pegunungan, sehingga beberapa ruas jalan berpotensi terjadi longsor, terutama saat hujan deras. Kami telah berkoordinasi dengan instansi terkait untuk menyiapkan alat berat, rambu peringatan tambahan, serta rekayasa lalu lintas apabila terjadi kondisi darurat,” jelasnya.
Kepala BPTD mengimbau masyarakat untuk memastikan kondisi kendaraan prima sebelum bepergian, mematuhi rambu lalu lintas, serta memantau informasi cuaca dan kondisi jalan terkini.
“Keselamatan adalah prioritas utama. Kami mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama menciptakan perjalanan mudik yang aman, tertib, dan lancar,” pungkas Kepala BPTD Kelas II Jambi.










