Polda Jambi Terima Audiensi Kakanwil HAM, Perkuat Sinergi Penegakan Hukum Berbasis HAM Polda Jambi Perkuat Sinergi dengan Bank Mandiri Jambi dalam Pengamanan Sektor Perbankan Yello Hotel Jambi Peduli Lingkungan Gelar Aksi Word Clean Up Day di Gentala ARASY Pelaku Pembakaran Lahan Ditangkap, Kapolres Sarolangun: Terancam Hukuman 10 Tahun Penjara Komplotan Pencurian Minyak Kondensat PT Pertamina Dibekuk Ditreskrimum Polda Jambi 

Home / Berita / Daerah / Muaro Jambi

Jumat, 18 September 2026 - 16:31 WIB

Karhutla HLG Londerang, 142 Personel Gabungan dan Heli Water Bombing Perkuat Penanganan Upaya Pemadaman

Karhutla HLG Londerang, 142 Personel Gabungan dan Heli Water Bombing Perkuat Penanganan Upaya Pemadaman 

JAMBI, 18 September 2026 — 142 personel gabungan terlibat dalam rangkaian upaya pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Hutan Lindung Gambut (HLG) Londerang, Jambi.

Hingga 17 September 2026, penanganan turut diperkuat dengan berbagai sarana pemadaman yang dikerahkan PT Wirakarya Sakti (PT WKS), unit usaha APP Group, termasuk helikopter water bombing, alat berat, pompa pemadam, drone, serta kendaraan operasional.

Penanganan karhutla di HLG Londerang telah berlangsung sejak titik api terpantau pada 27 Agustus 2026. Setelah enam hari pemadaman, kebakaran saat itu dinyatakan tuntas pada 2 September. Pada pertengahan September, kebakaran kembali terjadi di bagian lain kawasan HLG Londerang sehingga tim gabungan kembali melakukan upaya pemadaman dan pembasahan.

Baca Juga  Urai Kepadatan, Arus Mudik Dialihkan, Dirlantas Polda Jambi: Jalur Lintas Timur Jambi–Palembang Ditutup Sementara dan Gunakan Jalur Alternatif

Dalam rangkaian penanganan hingga 17 September, personel yang terlibat berasal dari berbagai unsur, antara lain Regu Pemadam Kebakaran (RPK) PT WKS, Manggala Agni, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), TNI, tim Water Management, operator, pengemudi, serta unsur pendukung lapangan lainnya.

Kepala Humas PT WKS, Taufik Qurochman, mengatakan kolaborasi menjadi bagian penting dalam penanganan kebakaran di kawasan gambut yang membutuhkan dukungan sumber daya dan koordinasi secara berkelanjutan.

“Penanganan karhutla di HLG Londerang merupakan kerja bersama. Berbagai unsur berkolaborasi dalam pemadaman, pembasahan, pengelolaan sumber air hingga pemantauan kondisi areal. PT WKS mendukung upaya tersebut dengan mengerahkan personel serta berbagai sarana dan peralatan yang dibutuhkan di lapangan,” ujar Taufik.

Baca Juga  Bersama Kapolres dan Pj Bupati, Dandim 0417/Kerinci Hadiri Apel Kesiapsiagaan Penanggulangan Bencana Hidrometeorologi Tahun 2024

Untuk mendukung operasi pemadaman, PT WKS mengerahkan 12 unit alat berat yang antara lain digunakan untuk membantu pembuatan dan penguatan sekat serta pembersihan kanal. Tim Water Management juga melakukan pengelolaan sumber air untuk mendukung pemadaman dan pembasahan di area yang ditangani.

Dukungan operasi darat diperkuat dengan 24 unit pompa pemadam berbagai jenis, sembilan kendaraan operasional roda empat, 15 unit sepeda motor, sekitar 120 set Sambunesia untuk pendinginan lahan gambut, serta ratusan roll selang pemadam. Sementara pemantauan kondisi areal dari udara didukung dua unit drone.

PT WKS juga mengerahkan satu unit helikopter water bombing untuk mendukung upaya pemadaman dari udara. Operasi darat dan udara dilakukan secara terpadu dengan mempertimbangkan perkembangan kondisi di lapangan, termasuk arah angin, karakteristik lahan, akses menuju lokasi, serta ketersediaan sumber air.

Baca Juga  Di Lahan Desa Rawang Kempas, Satgas Karhutla TNI bersama PT WKS Lakukan Pemadaman Titik Api

“Karakteristik lahan gambut membutuhkan penanganan yang intensif dan terkoordinasi. Karena itu, penguatan operasi darat, pengelolaan sumber air, penggunaan alat berat, pemantauan udara hingga water bombing dilakukan secara terpadu dan terus disesuaikan dengan kondisi aktual di lapangan,” jelas Taufik.

Rangkaian penanganan di HLG Londerang juga menempatkan keselamatan personel sebagai perhatian utama. Koordinasi antartim terus dilakukan untuk memastikan pembagian tugas dan penggunaan sumber daya dapat berjalan sesuai kebutuhan operasi.

“Yang menjadi prioritas bersama adalah bagaimana kebakaran dapat ditangani seefektif mungkin sekaligus menjaga keselamatan seluruh personel. Kolaborasi seluruh unsur menjadi penting agar setiap sumber daya yang tersedia dapat digunakan secara optimal sesuai perkembangan kondisi di lapangan,” tutup Taufik.

Share :

Baca Juga

Berita

52 Warga Binaan Tak Punya NIK atau Tak Terdaftar Dilakukan Perekaman KTP Elektronik 

Berita

Enam Tempat Usaha dan Dua Rumah di Sipin Kota Jambi Dilalap si Jago Merah

Berita

Pemilu 2024, Dansat Brimob Polda Jambi Tegaskan Personel Untuk Netral dan Tidak Terlibat Politik 

Berita

Polresta Jambi Amankan 23 Pelajar SMKN 3 Terlibat Aksi Penyerangan di SMAN 6 Kota Jambi

Berita

Tim Gabungan Operasi Pekat Polda Jambi Amankan Tiga Pemuda Diduga Lakukan Pungli Terhadap Sopir Batubara

Berita

Kapolda Jambi Hadiri Puncak Hari Adat Melayu Jambi 1 Muharram 1446 H

Berita

Pelaku Bawa 25 Paket Sabu Siap Edar di Kabupaten Bungo Ditangkap Ditresnarkoba Polda Jambi

Berita

Amankan Pawai Pembangunan HUT RI ke-80, 530 Personel Polresta Jambi Diterjunkan