Polda Jambi Terima Audiensi Kakanwil HAM, Perkuat Sinergi Penegakan Hukum Berbasis HAM Polda Jambi Perkuat Sinergi dengan Bank Mandiri Jambi dalam Pengamanan Sektor Perbankan Yello Hotel Jambi Peduli Lingkungan Gelar Aksi Word Clean Up Day di Gentala ARASY Pelaku Pembakaran Lahan Ditangkap, Kapolres Sarolangun: Terancam Hukuman 10 Tahun Penjara Komplotan Pencurian Minyak Kondensat PT Pertamina Dibekuk Ditreskrimum Polda Jambi 

Home / Berita / Pendidikan

Rabu, 25 Juni 2025 - 17:37 WIB

Menembus Hutan Sawit Demi Mendidik Anak Rimba

Menembus Hutan Sawit Demi Mendidik Anak Rimba

Oleh : Dewi Wilonna

Merangin-Jambi – Dari Kabupaten Merangin, Jambi, di balik lebatnya hutan kelapa sawit dan jalanan berbatu yang terjal, dua perempuan tangguh—Warsiti dan Fitri—menjalani rutinitas tak biasa. Setiap hari, mereka melintasi puluhan kilometer dari Desa Bukit Beringin, Kecamatan Bangko Barat, demi satu tujuan: menyampaikan ilmu kepada warga rimba atau yang lebih dikenal dengan Suku Anak Dalam.

Dengan sepeda motor tua dan langkah kaki yang tak mengenal lelah, mereka menyusuri jalan sempit, berlumpur, dan seringkali hanya bisa dilalui dengan berjalan kaki. Bukan fasilitas nyaman yang mereka tuju, melainkan hamparan tanah di bawah rindangnya pohon sawit. Di situlah “sekolah” digelar—beralaskan tikar plastik, beratapkan langit, dan berlantai tanah dan rumput.

Baca Juga  Ikuti Rangkaian Hari Pers Nasional 2026 di Banten, Kontingen SMSI Provinsi Jambi Kirimkan 18 Pengurus

“Kami hanya ingin mereka bisa membaca, menulis, dan berhitung,” tutur Warsiti dengan suara lirih namun penuh tekad.

Sekolah Tanpa Dinding

Tidak ada gedung. Tidak ada papan tulis. Namun di hadapan Warsiti dan Fitri, belasan anak dan bahkan beberapa orang dewasa dari Suku Anak Dalam duduk rapi dan memperhatikan. Meski sederhana, semangat belajar mereka luar biasa. Setiap kedatangan guru disambut dengan senyum dan pelukan hangat. Anak-anak itu—yang sebelumnya tak mengenal huruf—kini mulai mengeja nama sendiri.

“Rasanya semua lelah hilang saat mereka menyambut kami,” ujar Fitri sambil mengusap peluh di keningnya.

Mengajar Sambil Membagi Nasi Bungkus

Sadar bahwa perut kosong sulit diajak berpikir, kedua guru ini tak hanya membawa buku dan alat tulis. Mereka juga rutin membawa bekal makanan dari warung, yang kemudian dibagi bersama anak-anak rimba usai belajar. Kegiatan sederhana itu menjadi bentuk kasih sayang dan cara membangun kedekatan.

Baca Juga  Komitmen Berantas Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba, Polresta Jambi Tangkap Dua Pelaku dengan Barang Bukti 16 Paket Sabu

“Kami ingin mereka tahu, belajar itu menyenangkan. Tidak harus kaku,” kata Fitri sambil tersenyum.

Tantangan yang Tak Sedikit

Mengajar warga rimba bukan perkara mudah. Selain harus berpindah-pindah karena pola hidup nomaden, Warsiti dan Fitri juga kerap kesulitan mencari murid mereka yang berpindah tempat di dalam areal perkebunan sawit.

Belum lagi minimnya sarana dan prasarana. Tidak ada fasilitas belajar layak, tidak ada transportasi yang memadai, dan cuaca ekstrem kerap menjadi tantangan tersendiri. Namun semua itu tak menyurutkan semangat mereka.

“Kami hanya berharap pemerintah bisa lebih peduli. Tidak hanya kepada kami sebagai guru, tapi juga untuk anak-anak rimba yang butuh pendidikan layak,” ungkap Warsiti penuh harap.

Baca Juga  HUT Ke 79 Kodam II/Swj,Kodim 0417/Kerinci Gelar Doa Bersama

Harapan dari Tengah Rimba

Pendidikan adalah hak semua anak, termasuk mereka yang hidup jauh dari keramaian. Apa yang dilakukan Warsiti dan Fitri menjadi bukti nyata bahwa secercah harapan bisa tumbuh bahkan di tempat paling terpencil sekalipun.

Proses belajar mengajar bersama Suku Anak Dalam

Saat dijumapai Ibu Warsito yang merupakan Guru Swasta mengatakan dirinya tidak butuh pujian, yang kami butuh adalah perhatian. Agar anak-anak ini bisa punya masa depan.”

Sementara itu, Umi, Siswa Suku Anak Dalam mengungkapkan dirinya senang kalau Bu Warsiti datang. Saya ingin belajar dan bisa baca tulis.”

Kisah dua guru ini bukan sekadar cerita tentang mengajar. Ini adalah kisah tentang keberanian, pengabdian, dan cinta—pada ilmu, pada manusia, dan pada masa depan.

Share :

Baca Juga

Berita

Jelang Ramadhan, Subdit I Indagsi Ditreskrimsus Polda Jambi Cek Pemotongan Sapi Segar di Rumah Potong Hewan

Berita

Berikan Motivasi dan Semangat, Ketua PBVSI Provinsi Jambi Kombes Pol Adi Benny Cahyono Lepas Keberangkatan Kontingen Bola Voli Ajang Popnas 2025

Berita

Ketum PWI Tekankan Pentingnya Integritas dan Kode Etik Wartawan

Berita

Danrem 042 Gapu Berikan Penghargaan dan Apresiasi kepada Dua Prajurit Korem 042/Gapu Atas Inovasi membantu Masyarakat

Berita

Sejumlah Simpatisan Paslon Di Kota Sungai Penuh Mengamuk Hingga Merusak dan Membakar Kotak Suara

Berita

Pembukaan Santri Bagi Warga Binaan dalam Rangka Meningkatkan Pembinaan Kepribadian

Berita

Kenang Jasa Para Pahlawan, Satbrimob Polda Jambi Ziarah ke Makam Pahlawan Satria Bhakti Sambut HUT ke 79

Berita

Ramadhan Presisi, Dirresnarkoba Polda Jambi Turun ke Jalan Bagikan Takjil Gratis Jelang Berbuka