Perkuat Ketahanan Pangan dan Dukung Percepatan Swasembada Bawang Putih Nasional, Polda Jambi Lakukan Penanaman Bawang di Kayu Aro
JAMBI – Upaya memperkuat ketahanan pangan nasional terus digencarkan melalui gerakan penanaman bawang putih secara serentak di 17 provinsi di Indonesia.
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari langkah strategis kementerian Pertanian bersama Polri dalam mendukung percepatan terwujudnya swasembada bawang putih nasional.
Provinsi Jambi sendiri menjadi salah satu dari 17 provinsi yang terlibat dalam kegiatan penanaman tersebut.
Bertempat di Kayu Aro Kabupaten Kerinci penanaman bawang putih tersebut dihadiri langsung oleh Gubernur Jambi Dr.H. Al Haris, S.Sos., M.H, Kapolda Jambi Irjen Pol Krisno H. Siregar, Danrem 042/Gapu Brigjen TNI Nyamin, S.I.P., M.M, Bupati Kerinci Monadi, S.Sos., M.Si, Wali Kota Sungai Penuh Alfin S.H, Dandim 0417/Kerinci Letkol Inf Eko Siswanto, S.Hub.Int., M.I.P., Kapolres Kerinci AKBP Ramadhanil, S.H., S.I.K., M.H serta Ketua DPRD Kerinci Irwandri, S.E., M.M.
Setelah melakukan penanaman Gubernur Jambi Dr.H. Al Haris, S.Sos., M.H, Kapolda Jambi Irjen Pol Krisno H. Siregar, Danrem 042/Gapu Brigjen TNI Nyamin, S.I.P., M.M dan rombongan mengikuti Zoom yg tepusat di NTB.
Keterlibatan unsur pemerintah daerah, TNI, Polri, kejaksaan, hingga legislatif menunjukkan bahwa persoalan ketahanan pangan tidak dapat diselesaikan oleh satu institusi saja. Dibutuhkan kerja bersama mulai dari penyediaan lahan, pendampingan petani, pengamanan distribusi, hingga memastikan hasil produksi dapat terserap pasar.
Kapolda Jambi Irjen Pol Krisno H. Siregar menegaskan bahwa Polri siap mengambil bagian dalam mendukung program pemerintah, khususnya yang berkaitan dengan ketahanan pangan.
Menurut Irjen Pol Krisno H Siregar, swasembada pangan bukan sekedar persoalan meningkatkan produksi, tetapi juga bagaimana seluruh elemen bangsa membangun ekosistem pertanian yang berkelanjutan dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
“Polri tentunya siap mendukung program pemerintah dalam mewujudkan ketahanan dan swasembada pangan. Ini bukan hanya tugas pemerintah, tetapi membutuhkan sinergi seluruh stakeholder, termasuk TNI, Polri, pemerintah daerah, para petani dan seluruh masyarakat,” ujar Kapolda Jambi.
Irjen Pol Krisno H Siregar menilai penanaman bawang putih secara serentak di 17 provinsi memiliki pesan penting bahwa ketahanan pangan harus dibangun dari daerah dengan mengoptimalkan potensi yang dimiliki masing-masing wilayah.
“Yang kita tanam hari ini bukan hanya bawang putih, tetapi juga semangat kemandirian pangan. Kita ingin masyarakat memiliki kemampuan untuk memenuhi kebutuhan pangan dari hasil produksi sendiri,” katanya.
Kapolda Jambi Irjen Pol Krisno H Siregar juga mendorong agar kegiatan tersebut tidak berhenti pada seremoni penanaman. Menurutnya, keberhasilan program harus diukur dari keberlanjutan produksi, peningkatan kesejahteraan petani, serta kemampuan daerah mengurangi ketergantungan terhadap pasokan dari luar.
“Jangan sampai kegiatan ini hanya berhenti pada penanaman. Harus kita kawal bersama mulai dari proses budidaya sampai hasil panennya. Kalau produksi meningkat dan petani sejahtera, maka program swasembada pangan benar-benar memberikan dampak bagi masyarakat,” tegas Krisno.
Kerinci dan Kota Sungai Penuh sendiri memiliki potensi besar dalam pengembangan sektor pertanian, khususnya komoditas hortikultura.
Karena itu, penguatan sinergi lintas sektor dinilai menjadi modal penting untuk menjadikan Jambi sebagai salah satu daerah yang ikut berkontribusi terhadap target swasembada bawang putih nasional.
Sementara itu Gubernur Jambi Dr. H. Al Haris, S.Sos., M.H, menyampaikan Pemerintah Provinsi Jambi mendukung penuh program swasembada bawang putih nasional.
Gubernur Jambi juga mengapresiasi kepada Presiden Republik Indonesia, Kapolri beserta jajaran, serta seluruh pihak yang terlibat dalam program penanaman bawang putih serentak sebagai bagian dari upaya memperkuat ketahanan dan kemandirian pangan nasional.
“Ini merupakan salah satu poin penting bagaimana kita bisa meningkatkan kekuatan pangan kita, khususnya di bidang bawang putih. Kita tahu setiap tahun kebutuhan bawang putih kita cukup besar dan masih banyak bergantung pada impor,” ujar Gubernur Jambi.
Penanaman serentak tersebut sekaligus menjadi pengingat bahwa ketahanan pangan merupakan bagian dari ketahanan nasional. Ketika kebutuhan pangan mampu dipenuhi dari produksi dalam negeri, masyarakat menjadi lebih kuat menghadapi berbagai dinamika ekonomi dan perubahan situasi global.
Dengan kolaborasi pemerintah, TNI-Polri, aparat penegak hukum, pemerintah daerah, petani dan masyarakat, gerakan penanaman bawang putih diharapkan tidak sekadar menghasilkan panen, tetapi menjadi langkah konkret menuju kemandirian pangan Indonesia.










