Polda Jambi Terima Audiensi Kakanwil HAM, Perkuat Sinergi Penegakan Hukum Berbasis HAM Polda Jambi Perkuat Sinergi dengan Bank Mandiri Jambi dalam Pengamanan Sektor Perbankan Yello Hotel Jambi Peduli Lingkungan Gelar Aksi Word Clean Up Day di Gentala ARASY Pelaku Pembakaran Lahan Ditangkap, Kapolres Sarolangun: Terancam Hukuman 10 Tahun Penjara Komplotan Pencurian Minyak Kondensat PT Pertamina Dibekuk Ditreskrimum Polda Jambi 

Home / Batanghari / Berita / Daerah

Jumat, 4 September 2026 - 19:57 WIB

Asian Agri Dukung Pendidikan Vokasi melalui CSR Pembibitan Sawit Varietas Topaz di SMKN 8 Batang Hari

Asian Agri Dukung Pendidikan Vokasi melalui CSR Pembibitan Sawit Varietas Topaz di SMKN 8 Batang Hari

Batang Hari (3/9) – Komitmen Asian Agri melalui unit bisnisnya PT Inti Indosawit Subur (IIS) Kebun Muara Bulian, Jambi, dalam mendukung pendidikan vokasi diwujudkan melalui pemberian sarana praktik pembibitan kelapa sawit varietas unggul Topaz kepada SMKN 8 Batang Hari, Desa Bukit Sari, Kecamatan Maro Sebo Ilir, Kabupaten Batang Hari.

Bantuan berupa 500 kecambah kelapa sawit unggul varietas Topaz tersebut diserahkan kepada pihak sekolah pada Rabu (2/9). Bantuan ini merupakan bagian dari program CSR perusahaan yang diarahkan untuk mendukung proses pembelajaran siswa, khususnya pada jurusan Agribisnis Tanaman Perkebunan.

Manager Plasma PT IIS Kebun Muara Bulian , Ayat Khumaini, mengatakan bahwa bantuan tersebut tidak hanya ditujukan untuk memenuhi kebutuhan sarana praktik, tetapi juga menjadi bagian dari upaya perusahaan mengenalkan industri kelapa sawit kepada generasi muda secara lebih nyata.

“Edukasi mengenai industri kelapa sawit perlu diberikan secara jelas dan terstruktur. Melalui bantuan kecambah varietas Topaz ini, siswa dapat mempelajari dan melihat secara langsung proses pertumbuhan tanaman kelapa sawit sejak dari kecambah hingga tahap pembibitan,” ujar Ayat.

Menurutnya, keberadaan kebun sekolah diharapkan dapat menjadi ruang belajar hidup yang menghubungkan teori yang diperoleh siswa di dalam kelas dengan praktik di lapangan.

Selain menjadi sarana praktik, pemanfaatan lahan sekolah untuk pembibitan dan kebun juga diharapkan dapat mengoptimalkan lahan yang sebelumnya belum produktif.

Baca Juga  Antisipasi Titik Macet dan Kecelakaan, Satgas Kamseltibcarlantas Lantas turun ke Jalur Mudik Nataru Dalam Operasi Lilin 2025

Ke depan, hasil pengelolaan kebun dapat dimanfaatkan untuk mendukung berbagai kegiatan sekolah sekaligus memberikan pengalaman kepada siswa mengenai pengelolaan usaha perkebunan.

“Harapannya, sarana ini dapat dimanfaatkan secara maksimal dalam praktik kurikulum SMK. Kami juga siap mendampingi agar siswa mendapatkan pengetahuan mengenai praktik pembibitan dan pengelolaan tanaman yang baik,” tambah Ayat.

Kepala SMKN 8 Batang Hari, Nur Alip, S.Pd., menyampaikan apresiasi atas dukungan yang diberikan PT IIS. Menurutnya, bantuan tersebut sangat relevan dengan kebutuhan pembelajaran siswa, khususnya karena sekolah memiliki jurusan Agribisnis Tanaman Perkebunan.

“Kami mengucapkan terima kasih atas bantuan 500 kecambah varietas Topaz ini. Dengan adanya sarana praktik ini, siswa dapat mempelajari secara langsung pertumbuhan kelapa sawit mulai dari kecambah. Hal ini tentunya membuka wawasan mereka mengenai industri kelapa sawit,” ujar Nur Alip.

Ia berharap pendampingan dari perusahaan dapat terus berlanjut, terutama dalam memberikan pemahaman mengenai teknik pembibitan, perawatan, pemupukan, hingga pengelolaan tanaman.

“Dengan adanya pendampingan, edukasi yang diterima siswa tidak hanya teori, tetapi juga praktik terbaik yang bisa mereka lihat dan lakukan secara langsung.

Hal ini juga menjadi bagian dari upaya kami menjembatani dunia sekolah dengan dunia kerja. Dengan pengalaman praktik sejak di bangku sekolah, kami berharap para siswa memiliki gambaran mengenai dunia industri, sehingga mereka akan siap memasuki dunia kerja,” katanya.

Baca Juga  Progres Jalan Tol Betung–Jambi Seksi 1A Capai 49%, HKI Perkuat Konektivitas di Sumatra Selatan

Nur Alip menjelaskan, pengembangan kebun sekolah merupakan bagian dari upaya sekolah menciptakan lulusan yang kompeten dan mampu bersaing di dunia kerja. Pengelolaannya akan dilakukan secara kolaboratif melalui integrasi dengan kurikulum, kegiatan ekstrakurikuler, serta pendampingan dari dunia kerja.

Program ini menjadi salah satu bentuk pendekatan CSR PT IIS yang diarahkan untuk memberikan manfaat yang lebih berkelanjutan dan tepat sasaran.

Pemberian kecambah bukan berhenti pada serah terima bantuan, tetapi diharapkan berkembang menjadi sarana pembelajaran yang dapat digunakan siswa secara berkelanjutan. Melalui proses tersebut, siswa tidak hanya mengenal kelapa sawit sebagai komoditas, tetapi juga memahami tahapan budidaya, penggunaan bibit unggul, pemeliharaan tanaman, hingga potensi ekonominya.

Varietas Topaz sendiri merupakan salah satu varietas unggul yang dikembangkan Asian Agri. Pengenalan bibit unggul sejak bangku sekolah diharapkan dapat memberikan pemahaman kepada siswa mengenai pentingnya penggunaan bahan tanaman berkualitas dalam mendukung produktivitas perkebunan.

Dengan adanya kolaborasi antara sekolah dan dunia industri, program CSR ini diharapkan dapat memberikan manfaat bagi kedua pihak, sekolah memperoleh sarana pembelajaran yang aplikatif, sementara siswa mendapatkan pengalaman langsung mengenai praktik perkebunan yang dapat menjadi bekal ketika memasuki dunia kerja.

Melalui pendekatan tersebut, PT IIS berharap dukungan terhadap pendidikan tidak hanya menghasilkan bantuan yang bersifat sesaat, tetapi dapat tumbuh menjadi investasi jangka panjang dalam meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan kesiapan generasi muda di sekitar wilayah operasional perusahaan.

Baca Juga  OJK Berhasil Mempertahankan Penghargaan Pengendalian Gratifikasi Terbaik

—000—

Tentang Asian Agri
Didirikan pada tahun 1979, Asian Agri merupakan salah satu perusahaan kelapa sawit terkemuka di Indonesia, yang telah mengelola lebih dari 100.000 hektare perkebunan kelapa sawit dan mempekerjakan lebih dari 20.000 orang.

Sebagai pelopor Program Inti Perkebunan Rakyat Transmigrasi (PIR-Trans) bersama pemerintah Indonesia, Asian Agri telah bermitra dengan 30.000 petani plasma di Riau dan Jambi, yang secara kolektif mengelola 60.000 hektare perkebunan kelapa sawit. Perusahaan ini juga menjalin kemitraan dengan petani swadaya untuk meningkatkan kesejahteraan mereka dan mendorong pertumbuhan sosial ekonomi.

Lewat komitmen terhadap praktik berkelanjutan, Asian Agri menjunjung tinggi kebijakan tanpa pembakaran dan menerapkan praktik-praktik terbaik perkebunan untuk membantu petani plasma meningkatkan produktivitas, hasil panen, dan ketertelusuran rantai pasok, serta mendukung perjalanan mereka menuju sertifikasi. Pabrik Asian Agri memanfaatkan teknologi canggih dan energi hijau yang dihasilkan sendiri untuk meminimalkan emisi gas rumah kaca.

Perkebunan Asian Agri, serta perkebunan petani plasma, sepenuhnya bersertifikat Roundtable on Sustainable Palm Oil (RSPO) dan International Sustainability & Carbon Certification (ISCC), yang menggarisbawahi komitmen perusahaan terhadap produksi minyak sawit yang bertanggung jawab dan berkelanjutan.

Share :

Baca Juga

Berita

Terbaik II Se-Indonesia, BPTD Kelas II Jambi Raih Penghargaan BPTD

Berita

Isi Kegiatan Positif Jumat Berkah, DPC Grib Bagikan Ratusan Nasi Bungkus

Berita

Dukung Program Nasional, Polsek Pelawan Singkut Panen Jagung 1 Ton di Desa Pasar Singkut

Berita

Tingkatkan Upaya Efektif dan Efisien, Danrem 042/Gapu Pimpin Briefing Strategis Atasi Karhutla di Rantau Panjang

Berita

Kunjungi Polres Sarolangun, Kapolda Jambi Irjen Pol Krisno H Siregar Pastikan Kondusifitas Kamtibmas di Daerah

Berita

PRESIDEN PRABOWO RESMIKAN PEMBANGUNAN SEKOLAH RAKYAT, HUTAMA KARYA TURUT BANGUN DI 5 PROVINSI

Berita

Netralitas saat Pilkada, Ketua PWI Provinsi Jambi : Pengurus dan Anggota PWI Tak Boleh Jadi Timses

Berita

Antusias Pendukung dan Relawan Merakyat Sambut Kunjungan Cagub Romi Hariyanto di Kuala Tungkal