Polda Jambi Terima Audiensi Kakanwil HAM, Perkuat Sinergi Penegakan Hukum Berbasis HAM Polda Jambi Perkuat Sinergi dengan Bank Mandiri Jambi dalam Pengamanan Sektor Perbankan Yello Hotel Jambi Peduli Lingkungan Gelar Aksi Word Clean Up Day di Gentala ARASY Pelaku Pembakaran Lahan Ditangkap, Kapolres Sarolangun: Terancam Hukuman 10 Tahun Penjara Komplotan Pencurian Minyak Kondensat PT Pertamina Dibekuk Ditreskrimum Polda Jambi 

Home / Berita / Daerah / Sungai Penuh

Rabu, 5 Maret 2025 - 19:13 WIB

Awal Tahun 2025 Kasus Kekerasan Terhadap Anak Meningkat di Sungai Penuh

Awal Tahun 2025 Kasus Kekerasan Terhadap Anak Meningkat di Sungai Penuh 

SUNGAI PENUH – Dinas Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Kota Sungai Penuh mencatat lonjakan kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak yang mengkhawatirkan. Hingga awal maret 2025, telah tercatat secara resmi 10 lebih pengaduan kasus dan untuk pengaduan yang tidak dilaporkan secara resmi Dinas PPA Sungai Penuh hamper setiap hari menerima laporan tersebut. Disampaikan Kasi Perlindungan Anak Dinas PPA Sungai Penuh Inneke Puspita Ningsih, kasus Kekerasan terhadap anak tercatat meningkat signifikan, dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya.

Baca Juga  Tak Kenal Lelah, Satgas Preemtif Operasi Zebra Siginjai 2025 Sosialisasikan Tertib Berlalu Lintas di Malam Hari

“ kita hampir setiap hari menerima laporan kekerasan terhadap anak, dan lebih dari 10 kasus kekerasan terhadap anak yang di laporkan secara resmi ke PPA.” Ungkap Inneke Puspita Ningsih, rabu (5/3/2025).
Dari total kasus yang ditangani, kekerasan psikis menjadi yang paling dominant, sementara itu kekerasan seksual juga menjadi perhatian utama karena jumlahnya yang cukup tinggi.

Sebagai bentuk perlindungan terhadap korban PPA Kota Sungai Penuh menyediakan layanan komprehensif, mulai dari pengaduan, pengelolaan dan penjangkauan kasus, mediasi, hingga penampungan sementara dan pendampingan. Selain itu, layanan tambahan berupa pemeriksaan kesehatan, konseling rohani dan psikologis.

Baca Juga  Modus Besuk Tahanan, Lapas Jambi Gagalkan Penyelundupan Sabu dalam Kemasan Pop Mie

“ Kita disini menyediakan layanan para korban pelaku kekersaan berupa pemeriksaan kesehatan, konseling rohani dan psikologis,” ucap Inneke.

Ditambahkan Inneke hal yang menjadi factor terjadinya kekerasan terhadap anak adalah Anak memiliki gangguan perkembangan atau penyakit kronis, Anak memiliki kondisi fisik, mental, dan perilaku yang berbeda dengan anak pada umumnya, Orang tua memiliki gangguan mental, Orang tua terbiasa dengan sikap disiplin, Orang tua memiliki harapan yang terlalu tinggi pada anak, Orang tua memiliki masalah dalam hubungan rumah tangga, dan Orang tua memiliki masalah ekonomi.

Baca Juga  Diskresi Kepolisian, Hari ini Penghentian Aktivitas angkutan batubara Diberlakukan Ditlantas Polda Jambi

Peningkatan jumlah kasus ini membutuhkan perhatian dan tindakan serius dari berbagai pihak. Pemerintah daerah, lembaga terkait, serta masyarakat perlu bekerja sama dalam mencegah dan menangani kekerasan terhadap perempuan dan anak secara efektif. Langkah konkret seperti edukasi, perlindungan hukum, serta peningkatan layanan bagi korban harus terus diperkuat demi menciptakan lingkungan yang lebih aman bagi perempuan dan anak di Kota Sungai Penuh.

Dewi Wilonna

Share :

Baca Juga

Berita

Kunjungi Polresta Jambi, Ratusan Anak dari Kelompok Bermain Superkids Billingual disambut Cinta Kasih Kombes Pol Boy Siregar

Berita

Ungkap Perkembangan Penanganan Kasus 58 Kg Sabu, Polda Jambi Tegaskan Komitmen Kejar DPO

Berita

Anggota Ombusman RI Nusran Joher Apresiasi M. Hafiz Fattah Jadi Jembatan Aspirasi Pemuda Jambi

Berita

Fokus pada Program Pro-Rakyat dan Ajakan Kampanye Santun, Maulana-Diza Siap Wujudkan Jambi sebagai Kota Bahagia

Berita

Penerimaan Siswa Baru 2025 Pemkot Sungai Penuh Sediakan Seragam Gratis, dan Tanpa Biaya Tambahan

Berita

Kejurda Renang 2025 Dimulai, Wakil Ketua KONI Adri Berharap Jambi Kembali Berjaya

Berita

Kampanye Akbar Terakhir, Kabag OPS Polres Kerinci Ucapakan Terima Kasih Kepada Masyarakat atas Kondusifitas yang Tercipta

Berita

BPTD Kelas II Jambi Prediksi 1,90 Juta Warga Bepergian Saat Lebaran 2026, Titik Rawan Bencana Kerinci Diantisipasi