Bank Jambi Gandeng BI dan OJK Selusuri Penyebab Gangguan Sistem Layanan
JAMBI – Manajemen Bank Jambi bergerak cepat menelusuri penyebab gangguan sistem layanan perbankan yang terjadi dalam beberapa hari terakhir. Gangguan tersebut sempat berdampak pada layanan digital seperti mobile banking dan ATM, serta memunculkan kekhawatiran sejumlah nasabah terkait saldo rekening mereka.
Direktur Utama Bank Jambi, Khairul Suhairi, menegaskan bahwa pihaknya telah mengambil langkah serius dengan melakukan audit forensik menyeluruh guna memastikan sumber permasalahan dapat diidentifikasi secara akurat. Audit ini dilakukan untuk mengetahui apakah gangguan tersebut murni kendala teknis internal atau terdapat faktor lain yang memengaruhi sistem.
“Kami berkomitmen menjaga kepercayaan masyarakat. Jika dalam proses audit ditemukan adanya kerugian yang dialami nasabah akibat gangguan sistem, maka Bank Jambi siap mengganti sepenuhnya,” tegasnya.
Sebagai bentuk transparansi dan penguatan pengawasan, Bank Jambi juga berkoordinasi dengan regulator, yakni Bank Indonesia dan Otoritas Jasa Keuangan. Koordinasi ini dilakukan untuk memastikan proses investigasi berjalan sesuai standar tata kelola perbankan serta menjamin perlindungan konsumen.
Selama proses pemeriksaan berlangsung, sebagian layanan digital masih dilakukan pembatasan sementara sebagai langkah mitigasi risiko. Meski demikian, layanan transaksi langsung di kantor cabang tetap beroperasi normal guna melayani kebutuhan masyarakat.
Manajemen juga mengimbau nasabah untuk tetap tenang dan tidak mudah terpengaruh informasi yang belum terverifikasi. Nasabah yang menemukan ketidaksesuaian saldo atau transaksi mencurigakan diminta segera melapor melalui layanan resmi bank agar dapat segera ditindaklanjuti.
Peristiwa ini menjadi momentum bagi Bank Jambi untuk memperkuat sistem keamanan teknologi informasi serta meningkatkan kualitas pengawasan internal, demi memastikan kejadian serupa tidak terulang di masa mendatang.










