Hadapi Kesiapsiagaan Karhutla, 1.100 Lebih Personel Polda Jambi dan Jajaran diterjunkan
JAMBI – Polda Jambi bersama jajaran menunjukkan kesiapsiagaan penuh dalam menghadapi ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) tahun 2026.
Lebih dari 1.100 personel diterjunkan untuk memperkuat langkah pencegahan hingga penanggulangan di wilayah rawan.
Kapolda Jambi, Krisno H. Siregar, menegaskan bahwa kesiapan personel bukan sekadar formalitas, melainkan bentuk komitmen nyata dalam melindungi masyarakat dan lingkungan dari dampak karhutla yang kerap terjadi saat musim kemarau.
“Seluruh personel dan peralatan harus siap digunakan kapan pun dibutuhkan. Kita tidak ingin kejadian tahun-tahun sebelumnya terulang kembali,” tegasnya saat memimpin apel kesiapsiagaan.
Dalam apel tersebut, dilakukan pengecekan menyeluruh terhadap sarana dan prasarana, mulai dari kendaraan pemadam, alat semprot air, hingga perlengkapan pendukung lainnya. Kapolda memastikan seluruh peralatan berada dalam kondisi baik dan siap operasional.
Sementara itu, Karo Ops Polda Jambi menambahkan bahwa strategi pengamanan karhutla tahun ini difokuskan pada langkah preventif dan respons cepat di lapangan.
“Sebanyak lebih dari 1.100 personel telah kami ploting di titik-titik rawan karhutla. Selain patroli darat, kami juga mengoptimalkan deteksi dini dan koordinasi lintas sektor agar setiap potensi kebakaran dapat segera ditangani,” ujarnya.
Kombes Pol Vendra juga menegaskan bahwa personel yang diterjunkan tidak hanya bertugas melakukan pemadaman, tetapi juga mengedepankan edukasi kepada masyarakat serta penegakan hukum secara tegas terhadap pelaku pembakaran lahan.
Langkah ini menjadi penting mengingat Provinsi Jambi termasuk wilayah yang memiliki potensi tinggi terjadinya karhutla, terutama di kawasan lahan gambut.
Pada tahun-tahun sebelumnya, kebakaran hutan sempat menimbulkan kabut asap yang mengganggu aktivitas masyarakat, kesehatan, hingga transportasi.
Polda Jambi juga terus memperkuat sinergi dengan TNI, pemerintah daerah, dan instansi terkait guna memastikan penanganan karhutla berjalan optimal dan terpadu.
Dengan kekuatan lebih dari seribu personel yang disiagakan, diharapkan potensi karhutla di wilayah Jambi dapat ditekan semaksimal mungkin, sehingga stabilitas lingkungan dan keselamatan masyarakat tetap terjaga.










