Polda Jambi Terima Audiensi Kakanwil HAM, Perkuat Sinergi Penegakan Hukum Berbasis HAM Polda Jambi Perkuat Sinergi dengan Bank Mandiri Jambi dalam Pengamanan Sektor Perbankan Yello Hotel Jambi Peduli Lingkungan Gelar Aksi Word Clean Up Day di Gentala ARASY Pelaku Pembakaran Lahan Ditangkap, Kapolres Sarolangun: Terancam Hukuman 10 Tahun Penjara Komplotan Pencurian Minyak Kondensat PT Pertamina Dibekuk Ditreskrimum Polda Jambi 

Home / Berita / Infrastruktur

Rabu, 13 Mei 2026 - 21:45 WIB

Hutama Karya Tandatangani Nota Kesepahaman Bersama BKPM Dukung Integrasi Jalan Tol Menuju Pelabuhan Palembang Baru di Tanjung Carat

Hutama Karya Tandatangani Nota Kesepahaman Bersama BKPM Dukung Integrasi Jalan Tol Menuju Pelabuhan Palembang Baru di Tanjung Carat

JAKARTA – PT Hutama Karya (Persero) (Hutama Karya) bersama Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM, Kementerian Pekerjaan Umum, Pemerintah Provinsi Sumatra Selatan, PT Danantara Asset Management, PT Bukit Asam (Persero) Tbk, dan PT Pelabuhan Indonesia (Persero) melaksanakan acara Nota Kesepahaman terkait Rencana Kerja Sama Integrasi Pembangunan Jalan Tol Menuju Pelabuhan Palembang Baru di Tanjung Carat, Kabupaten Banyuasin, Provinsi Sumatra Selatan.

Penandatanganan Nota Kesepahaman tersebut dilaksanakan pada Rabu (13/05), bertempat di Gedung Barli Halim, Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM, Jakarta. Penandatanganan ini dilakukan oleh Direktur Jenderal Bina Marga yang diwakili oleh Plh. Direktur Jalan Bebas Hambatan Kementerian Pekerjaan Umum, Prabandityo Triwibowo; Deputi Bidang Perencanaan Penanaman Modal Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM Ichsan Zulkarnaen; Sekretaris Daerah Provinsi Sumatra Selatan, Edward Candra; Direktur Operasi I Hutama Karya, Gunadi; Direktur Hilirisasi dan Diversifikasi Produk PT Bukit Asam Tbk (PTBA), Turino Yulianto; dan Direktur Pengembangan Usaha PT Pelabuhan Indonesia (Persero), Prasetyo. Turut disaksikan oleh Wakil Menteri Investasi dan Hilirisasi/Wakil Kepala BKPM, Todotua Pasaribu; Managing Director Business 3 PT Danantara Asset Management, Febriany Eddy; dan Direktur Utama Hutama Karya, Koentjoro. Kehadiran lintas instansi tersebut menegaskan komitmen bersama dalam memperkuat konektivitas logistik, mendukung hilirisasi, serta mendorong percepatan pengembangan kawasan Pelabuhan Palembang Baru di Tanjung Carat.

Baca Juga  Jalan Ness Yang Sempat Terdampak Tol, Hutama Karya Lakukan Perbaikan Aspal Baru

Melalui nota kesepahaman tersebut, para pihak akan menjalankan peran masing-masing sesuai kewenangan, mulai dari dukungan kebijakan, fasilitasi investasi, sinkronisasi tata ruang, studi pengusahaan jalan tol, penyediaan potensi demand angkutan batu bara, hingga pengembangan infrastruktur kepelabuhanan.

Wakil Menteri Investasi dan Hilirisasi/Wakil Kepala BKPM, Todotua Pasaribu, menyampaikan bahwa penguatan konektivitas menjadi salah satu prasyarat penting dalam mendorong strategi investasi nasional, terutama hilirisasi yang membutuhkan ekosistem pendukung dari hulu hingga hilir. Menurutnya, hilirisasi tidak hanya membutuhkan ketersediaan sumber daya, tetapi juga dukungan logistik, pasokan energi, serta infrastruktur yang mampu menjaga efisiensi biaya dan keberlanjutan kegiatan industri.

“Penandatanganan Nota Kesepahaman ini merupakan bagian dari penyempurnaan rencana besar pembangunan Pelabuhan Palembang Baru Tanjung Carat sebagai pelabuhan internasional sekaligus simpul hilirisasi di Sumatra Selatan. Daerah ini dan provinsi sekitarnya memiliki kekuatan sumber daya alam yang besar, mulai dari energi, minyak dan gas, hingga komoditas perkebunan seperti karet dan kopi. Integrasi jalan tol menuju Tanjung Carat diharapkan dapat mendekatkan akses ke sumber-sumber komoditas, memperkuat koneksi dengan backbone Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS), serta melengkapi moda logistik yang sudah ada, baik sungai, kereta api, maupun pelabuhan. Dengan konsolidasi BUMN melalui Danantara bersama Hutama Karya, Pelindo, Bukit Asam, dan pemangku kepentingan lainnya, kami berharap rencana ini dapat segera dieksekusi dan memberi dampak ekonomi yang lebih luas,” ujar Todotua.

Baca Juga  Dari Ombak Kami Belajar, dari Polisi Air Kami Bangga, Polisi Air, Pelindung Laut, Sahabat anak-anak Indonesia

Sekretaris Daerah Provinsi Sumatra Selatan, Edward Candra, menyampaikan bahwa rencana integrasi pembangunan jalan tol ini merupakan kelanjutan dari proses panjang yang telah diinisiasi sejak beberapa periode kepemimpinan Gubernur Sumatra Selatan. Ia menilai, dukungan lintas pihak menjadi faktor penting untuk memastikan rencana tersebut dapat berjalan sesuai kebutuhan pembangunan daerah.

“Pelabuhan ini masih menjadi bagian dari Proyek Strategis Nasional, lahannya telah disiapkan, dan skema pembangunannya juga telah dibahas. Pemerintah Provinsi Sumatra Selatan mendukung penuh kerja sama strategis ini, termasuk dalam memfasilitasi kebutuhan serta penyelesaian hambatan di lapangan. Kami juga berharap dukungan penetapan dan penguatan konektivitas jalan tol menuju Tanjung Carat dapat terus didorong, karena manfaat ekonominya akan dirasakan luas oleh masyarakat dan dunia usaha,” ujar Edward.

Direktur Utama Hutama Karya Koentjoro mendukung proses penjajakan kerja sama integrasi pembangunan jalan tol ini melalui kajian yang komprehensif. Pembangunan akses ini dinilai penting untuk memastikan konektivitas JTTS dapat tersambung lebih optimal dengan simpul logistik strategis, sehingga manfaat jalan tol tidak hanya dirasakan pada mobilitas orang, tetapi juga pada pergerakan barang dan aktivitas ekonomi produktif.

“Sebagai pengembang dan pengelola JTTS, Hutama Karya melihat rencana ini sebagai bagian dari upaya memperkuat fungsi jalan tol sebagai penghubung kawasan strategis. Melalui penandatanganan Nota Kesepahaman ini diharapkan sinergi antarpihak dapat berjalan optimal sehingga pengembangan konektivitas menuju Pelabuhan Palembang Baru Tanjung Carat dapat memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat, dunia usaha, dan perekonomian Sumatra Selatan,” tutup Koentjoro.

Baca Juga  Jelang Mudik Lebaran 2025, Hutama Karya Prediksi Trafik di Jalan Tol Trans Sumatera Meningkat hingga 68,81 Persen

Sekilas Tentang Hutama Karya

PT Hutama Karya (Persero) adalah Badan Usaha Milik Negara (BUMN), bagian dari Danantara yang bergerak di sektor pengembangan infrastruktur dan pengelolaan jalan tol. Kami menyediakan berbagai layanan, antara lain konstruksi, investasi jalan tol, operasi dan pemeliharaan jalan tol. Dalam visinya sebagai pengembang infrastruktur terkemuka di Indonesia, Hutama Karya terus berkolaborasi dengan empat anak perusahaan dan dua Special Purpose Vehicle (SPV) untuk mengoptimalkan inovasi di setiap lini bisnisnya, sehingga tetap berperan penting dalam mendukung kemajuan pembangunan infrastruktur di Tanah Air untuk untuk mewujudkan Asta Cita Pemerintah. Keenam anak perusahaan tersebut antara lain: PT Hutama Karya Infrastruktur (HKI) yang fokus pada jasa konstruksi, PT Hakaaston (HKA) yang menangani operasi dan pemeliharaan jalan tol, PT Hutama Karya Realtindo (HKR) yang bergerak di bidang properti, dan PT Hutama Marga Waskita (Hamawas) yang berfokus pada pengelolaan jalan tol. Sementara kedua SPV nya adalah PT Hutama Mambelim Trans Papua (HMTP) dan PT Hutama Panorama Sitinjau Lauik (HPSL).

Share :

Baca Juga

Berita

Belasan Muda-mudi Terindikasi Aplikasi Hijau Diamankan Tim Gabungan Operasi Pekat Polda Jambi

Berita

Polri Hadir di Tengah Masyarakat, Ditbimas Polda Jambi Lakukan Subling di Mesjid Nurul Islam Wujudkan Harkamtibmas Kondusif

Berita

Silaturahmi bersama Organisasi Mahasiswa Cipayung Plus, Aliansi BEM dan OKP, Kapolda Jambi Ajak Jaga Keamanan dan Perubahan Positif

Berita

Lomba Karya Tulis Dan Video Kreatif Sambut HUT Polairud ke 74 Memperbutkan Sepeda Listrik + Uang Tunai Jutaan Rupiah

Berita

Satgas Pangan Polda Jambi dan Provinsi Sidak ke Pasar Angso Duo Cek Ketersediaan Bahan Pokok Hadapi Bulan Suci Ramadhan

Berita

Bukti Kepedulian Nyata dalam Momen HUT Ke-45 Yayasan Kemala Bhayangkari, Dirpolairud Polda Jambi dan Personel Ikut Donor Darah

Berita

Polres Kerinci Fasilitasi dan Mediasi Permasalahan BPD Koto Petai

Berita

Pelindo Jambi Dorong Inovasi Layanan Publik di PelabuhanTalang Duku: Tantangan dan Peluang Dibahas dalamDiskusi Publik