Polda Jambi Terima Audiensi Kakanwil HAM, Perkuat Sinergi Penegakan Hukum Berbasis HAM Polda Jambi Perkuat Sinergi dengan Bank Mandiri Jambi dalam Pengamanan Sektor Perbankan Yello Hotel Jambi Peduli Lingkungan Gelar Aksi Word Clean Up Day di Gentala ARASY Pelaku Pembakaran Lahan Ditangkap, Kapolres Sarolangun: Terancam Hukuman 10 Tahun Penjara Komplotan Pencurian Minyak Kondensat PT Pertamina Dibekuk Ditreskrimum Polda Jambi 

Home / Berita / Daerah / Kerinci

Rabu, 9 Juli 2025 - 19:43 WIB

Ini Penjelasan Humas PLTA Terkait Polemik Kompensasi Dari Tuntutan Warga Pulau Pandan dan Karang Pandan

Ini Penjelasan Humas PLTA Terkait Polemik Kompensasi Dari Tuntutan Warga Pulau Pandan dan Karang Pandan

 

Kerinci – Aktivitas pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Kerinci Batang Merangin yang saat ini tengah berlangsung di Sungai Tanjung Merindu, Kecamatan Danau Kerinci menuai pro dan kontra dari sekelompok warga.

Sekelompok masyarakat yang mengatas namakan warga Desa Pulau Pandan dan Desa Karang Pandan tersebut sempat meminta agar pihak perusahaan menghentikan sementara kegiatan pembangunan karena dinilai menimbulkan dampak terhadap lingkungan dan mata pencaharian mereka.

Selaku Humas PLTA Merangin Hidro Menanggapi hal tersebut H. Aslori Ilham menjelaskan bahwa pihak perusahaan sebenarnya telah menunaikan kewajiban terhadap masyarakat dalam bentuk kompensasi, bahkan dengan nilai yang disepakati bersama antara warga, pemerintah desa, dan tokoh adat.

“Kami sudah membayarkan kompensasi kepada masyarakat yang terdampak sesuai hasil kesepakatan. Angka itu bukan kami yang menentukan namun melainkan hasil kesepakatan dan musyawarah bersama. Jadi tidak ada yang ditutup-tutupi, kami sangat terbuka,” ujar Aslori selaku Humas PLTA

Baca Juga  Kombes Pol Manang : Terduga Oknum ASN Cabuli Keponakan Sendiri Ditetapkan sebagai Tersangka

Aslori menyebutkan, kompensasi yang di berikan oleh pihak PLTA hingga kini lebih dari 500 Kepala Keluarga (KK) telah menerima kompensasi tersebut.

” Kompensasi kami berikan atas dasar Data kk yang ada di dua desa tersebut dan melakukan pemuktakhitan data dari DPT saat pemilihan kemaren dan serta pendataan kami di lapangan, sehingga kami melakukan pembayaran kompensasi sesuai dengan data yang ada”.Tambah aslori.

Namun demikian aslori tidak menampik bahwa masih ada sebagian kecil masyarakat yang belum mendapatkan kompensasi hal ini dikarenakan permintaan mereka di laut kesepakatan yang sudah di tentukan.

Meski demikian selaku humas PLTA masih membuka ruang untuk komunikasi dengan masyarakat yang belum mendapatkan kompensasi dengan syarat benar benar masyarakat pulau pandan ataupun karang pandan yang memiliki data data yang Sahih dan tidak tumpang tindih.

Baca Juga  Kenakan Setelan Merah Putih, Ribuan Mahasiswa Unja Hadiri Konser Anti Radikalisme bersama Polda Jambi 

“Kalau ada yang belum menerima, itu karena mereka mengajukan angka yang lebih tinggi dari kesepakatan. Ini yang kadang dimanfaatkan oleh oknum-oknum untuk menciptakan gejolak. Kami menyayangkan hal itu,” ujar aslori.

Aslori berharap agar seluruh pihak dapat menjaga suasana kondusif di tengah pembangunan proyek ini karena PLTA yng di bangun saat ini tidak hanya bertujuan untuk memperkuat pasokan listrik di Kabupaten Kerinci, Kota Sungai Penuh Provinsi Jambi dan sekitarnya, tetapi juga sebagai upaya transisi menuju energi bersih yang ramah lingkungan. Dengan kapasitas daya yang diproyeksikan mencapai ratusan megawatt, PLTA Kerinci menjadi penopang penting bagi ketahanan energi nasional.

“kita menyadari bahwa pro dan kontra itu hal yang biasa di tengah pembangunan proyek raksasa ini namun kita mari saling menghormati dan menjaga komitmen bersama dan untuk kita ketahui pembangunan PLTA ini dampak positif nya bagi masyarakat sangat luas bukan hanya masyarakat kerinci dan kota sungai penuh namun jngkaun sampai 3 provinsi tetangga.

Baca Juga  Perkuat Kamseltibcarlantas Lewat Operasi Keselamatan 2026, Ditlantas Polda Jambi Gandeng Komunitas Ojol

Aslori juga menegaskan bahwa dampak yang di alami oleh warga sekitar hanya di saat pekerjaan nya saja namun setelah pekerjaan selesai semuanya kembali normal.

“harapan besar digantungkan pada proyek ini, peran serta dan pengertian semua pihak menjadi kunci agar pembangunan dapat memberikan manfaat luas tanpa mencederai keadilan sosial dan lingkungan.” Ujarnya

Terkait kekhawatiran masyarakat soal berkurangnya hasil tangkapan ikan, ia menyebut belum pernah terjadi fenomena “banjir ikan” atau kepunahan populasi ikan selama pembangunan PLTA tetapi malah sebaliknya saat pekerjaan pengerukan aliran sungai populasi ikan akan bertambah berkembang biak karena aliran sungai lancar dan tidak terjadi pendangkalan.”pungkas aslori selaku Humas PLTA.

(Dewi Wilonna)

Share :

Baca Juga

Berita

Penilaian Lomba Junalistik dan Video Selesai, Dewan Juri Sampaikan Apresiasi ke Ditpolairud Polda Jambi dan PWI Kota Jambi

Berita

Jelang Hari Pers Nasional 2025, Ketua PWI Kota Jambi Serahkan Piagam dan Apresiasi ke Dirlantas Polda Jambi

Berita

30 Personil Ditpolairud Polda Jambi Menjadi Petugas Polisi RW di Perairan dan Pesisir

Berita

Operasi Patuh 2025 Dimulai, Kapolda Jambi Tekankan Junjung Tinggi Profesionalisme dan Kedepankan Sikap Humanis

Berita

Gelar Kemitraan dengan Awak Media, Bid Humas Polda Jambi Perkuat Sinergi dan Kolaborasi

Berita

Penghapusan Biaya BBN II dan Pajak Progresif Untuk Kendaraan Bermotor Awal Agustus 

Berita

Pj Bupati Kerinci Hadiri Acara Forum Silaturahmi Kades, Asraf Terus Jaga dan Erat Silaturahmi

Berita

Kapolda Jambi Berikan Penghargaan dan Plakat kepada Polres Kerinci Kategori Juara Kebersihan Mako Polres Jajaran Polda Jambi