Polda Jambi Terima Audiensi Kakanwil HAM, Perkuat Sinergi Penegakan Hukum Berbasis HAM Polda Jambi Perkuat Sinergi dengan Bank Mandiri Jambi dalam Pengamanan Sektor Perbankan Yello Hotel Jambi Peduli Lingkungan Gelar Aksi Word Clean Up Day di Gentala ARASY Pelaku Pembakaran Lahan Ditangkap, Kapolres Sarolangun: Terancam Hukuman 10 Tahun Penjara Komplotan Pencurian Minyak Kondensat PT Pertamina Dibekuk Ditreskrimum Polda Jambi 

Home / Uncategorized

Rabu, 22 Januari 2025 - 16:16 WIB

Terkait Permasalahan Sampah, Dewan Sebut DLH Kerinci Tidak Ada Koordinasi dengan DPRD

Terkait Permasalahan Sampah, Dewan Sebut DLH Kerinci Tidak Ada Koordinasi dengan DPRD

KERINCI – Krisis pengelolaan sampah di Kabupaten Kerinci kembali menjadi sorotan tajam. Tumpukan sampah yang menghiasi berbagai sudut wilayah telah menciptakan pemandangan memprihatinkan dan menimbulkan keresahan warga.

Dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) yang digelar Senin (20/01/25) lalu, fakta mencengangkan terungkap, ternyata Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Kerinci ternyata tidak pernah berkoordinasi dengan DPRD mengenai persoalan sampah yang kian memburuk.

Ketua DPRD Kabupaten Kerinci, Irwandri, menyatakan kekecewaannya atas minimnya komunikasi antara DLH dan legislatif. Dalam Musrenbang tersebut, DPRD baru mengetahui bahwa salah satu penyebab utama tumpukan sampah adalah masyarakat yang menolak penggunaan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) di Pondok Pulau Sangkar, Kecamatan Bukit Kerman. Padahal, lahan TPA tersebut merupakan aset milik Pemkab Kerinci.

“Kami mempertanyakan langsung kepada Sekretaris DLH yang hadir. Ternyata masyarakat setempat keberatan dengan penggunaan TPA di sana. Namun, hal ini baru kami ketahui hari ini, itu pun secara kebetulan karena ada Musrenbang. Kalau tidak, kami mungkin masih belum tahu apa-apa,” tegas Irwandri.

Baca Juga  Ratusan Paket Takjil Dibagikan Ditreskrimum Polda Jambi ke Pengendara dan Masyarakat 

Merespons krisis ini, Irwandri menyatakan bahwa DPRD akan segera menyurati DLH dan Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Kerinci untuk menggelar pertemuan. Ia menegaskan perlunya duduk bersama antara DPRD, pemerintah, dan masyarakat guna mencari solusi konkret.

“Kami akan menindaklanjuti persoalan ini dengan serius. Apapun hasil dari pembahasan nanti, akan kami sampaikan kepada masyarakat. Kami ingin masalah ini selesai, bukan hanya menjadi bahan diskusi tanpa tindakan,” ujar Irwandri.

Krisis Sampah yang Menggurita

Pemandangan menyedihkan tampak di berbagai Tempat Pembuangan Sampah (TPS) seperti di Tanjung Pauh, Tanjung Tanah, hingga Desa Semerap, Hiang, dan Sungai Abu. Tumpukan sampah tidak hanya merusak estetika wilayah, tetapi juga menjadi sumber polusi udara, tanah, dan air. Di Tanjung Pauh, bau busuk dari tumpukan sampah tercium hingga 20 meter, sementara lalat hijau berterbangan di sekitar area, menciptakan kondisi yang tidak higienis dan mengancam kesehatan masyarakat.

Baca Juga  Jalin Silaturahmi dan Perkuat Sinergisitas, Ketua PWI Kota Jambi dan Pengurus Sambangi Mayonif Raider 142 KJ

Situasi lebih parah terlihat di Tanjung Tanah, di mana sampah yang meluber hingga separuh badan jalan menghalangi akses warga ke lahan pertanian mereka. Warga mengaku frustrasi karena tidak ada fasilitas bak sampah yang memadai, sehingga mereka terpaksa membakar limbah, tindakan yang berpotensi mencemari udara dan memicu gangguan kesehatan.

Kondisi serupa terjadi di Desa Semerap dan sekitarnya, di mana sampah dibiarkan menumpuk di pinggir jalan akibat tidak adanya pengangkutan rutin. Selain menciptakan sarang penyakit, saluran irigasi yang tersumbat oleh limbah menyebabkan banjir yang merusak lahan pertanian warga.

Minimnya Respons dan Koordinasi Pemerintah

Ketidakpedulian pihak berwenang menjadi salah satu akar permasalahan yang terus berlarut-larut. Warga menyebut bahwa DLH jarang turun langsung ke lapangan untuk memantau kondisi TPS. Pengangkutan sampah yang tidak rutin, minimnya fasilitas bak penampungan, dan ketidaksiapan dalam mengelola TPA menunjukkan kurangnya keseriusan pemerintah dalam menangani masalah ini.

Baca Juga  Melihat Aktivitas Irjen Pol (Purn) Muchlis AS Mantan Kapolda Jambi Pensiun dari Polri

Darurat Pengelolaan Sampah

Kondisi pengelolaan sampah di Kabupaten Kerinci telah mencapai titik darurat. Ketidaksiapan pemerintah dalam menyediakan fasilitas, lemahnya koordinasi antarinstansi, serta kurangnya keterlibatan masyarakat menjadi faktor utama memburuknya situasi. Dibutuhkan tindakan nyata dan strategi jangka panjang, mulai dari penyediaan fasilitas yang memadai hingga pengelolaan TPA yang lebih profesional.

Jika tidak segera ditangani, krisis ini berpotensi menciptakan dampak yang lebih luas, tidak hanya terhadap lingkungan, tetapi juga terhadap kesehatan masyarakat. Sudah saatnya DLH dan Pemkab Kerinci mengambil langkah tegas untuk menyelesaikan persoalan ini dan memulihkan kepercayaan masyarakat.

Dewi Wilonna

Share :

Baca Juga

Uncategorized

Pasca Aksi Penutupan Jalan Terkait Perkelahian antar Siswa, Kapolres Sarolangun: Jalan Sudah Dibuka Kembali

Uncategorized

Melalui Khotmil Rutin Pembinaan Rohani bagi Anggota Polri, Wakapolda Jambi Serahkan Mushaf Al Qur’an kepada PNPP Polda Jambi

Uncategorized

Anggota Ombudsman RI, Robert Na Endi Jaweng, Serahkan Hasil Penilaian Pelayanan Publik ke Kepolisian Daerah Jambi

Uncategorized

Terima Penghargaan dari KPK, Polda Jambi Merupakan Polda Terbaik dalam Penanganan Korupsi

Uncategorized

Rakor Lintas Sektoral Kesiapan Operasi Ketupat 2024, Kapolri Pastikan Arus Mudik dan Balik Lancar

Uncategorized

Bawaslu Kabupaten Kerinci Gelar Rakor Dan Evaluasi Terkait Pengawasan Pilkada Serentak Tahun Lalu

Uncategorized

Personil Ditpolairud Polda Jambi Kunjungi Anak Yatim dan Dhuafa Sembari Buka Puasa Bersama

Uncategorized

Hari Bhayangkara ke 79, Kapolda Jambi: Komitmen Polri Dukung Program Pemerintah dan Terus Berikan Pelayanan Terbaik kepada Masyarakat