Polda Jambi Terima Audiensi Kakanwil HAM, Perkuat Sinergi Penegakan Hukum Berbasis HAM Polda Jambi Perkuat Sinergi dengan Bank Mandiri Jambi dalam Pengamanan Sektor Perbankan Yello Hotel Jambi Peduli Lingkungan Gelar Aksi Word Clean Up Day di Gentala ARASY Pelaku Pembakaran Lahan Ditangkap, Kapolres Sarolangun: Terancam Hukuman 10 Tahun Penjara Komplotan Pencurian Minyak Kondensat PT Pertamina Dibekuk Ditreskrimum Polda Jambi 

Home / Berita / Daerah / Tanjab Barat

Selasa, 25 Agustus 2026 - 23:01 WIB

Warga Minta Pemerintah Daerah Segera Turun Tangan, Jerambah Kayu Akses Utama 8 Desa di Kecamatan Seberang Kota Rusak Parah

Warga Minta Pemerintah Daerah Segera Turun Tangan, Jerambah Kayu Akses Utama 8 Desa di Kecamatan Seberang Kota Rusak Parah

TANJUNG JABUNG BARAT — Kondisi infrastruktur jalan jembatan kayu atau jerambah yang menjadi akses utama sekaligus satu-satunya jalur penghubung bagi masyarakat di sejumlah desa di Kecamatan Seberang Kota, Kabupaten Tanjung Jabung Barat, saat ini semakin memprihatinkan.

Jerambah yang berlokasi di Parit Sapat RT. 02, Dusun Rawai Jaya, Desa Kuala Baru, Kecamatan Seberang Kota, tersebut mengalami kerusakan cukup parah. Kondisi lantai kayu yang sudah lapuk, berlubang, serta sejumlah bagian konstruksi yang terlihat tidak lagi kokoh membuat masyarakat harus ekstra berhati-hati saat melintasi jalur tersebut.

Jalur ini memiliki peran penting bagi mobilitas masyarakat karena menjadi akses utama dan satu-satunya yang menghubungkan aktivitas warga dari 8 desa di Kecamatan Seberang Kota. Setiap hari, masyarakat menggunakan jerambah tersebut untuk berbagai kebutuhan, mulai dari aktivitas ekonomi, pendidikan, pelayanan kesehatan hingga keperluan sosial masyarakat.

Baca Juga  Napak Tilas ke Saksi Bisu G30S, Ketua PWI Kota Jambi: Wartawan Harus Warisi Keteguhan Jenderal Nasution

Perwakilan warga mengungkapkan bahwa kondisi jerambah saat ini sudah sangat mengkhawatirkan dan dinilai tidak lagi layak digunakan untuk menunjang mobilitas masyarakat dalam jangka panjang.

«“Kondisi jerambah ini sekarang sudah sangat memprihatinkan. Banyak bagian yang sudah rusak dan kondisinya sangat tidak layak untuk digunakan sebagai akses utama masyarakat. Kami khawatir kalau dibiarkan terus, akan membahayakan warga yang setiap hari melintas,” ungkap perwakilan warga.»

Menurut warga, persoalan ini bukan hanya menyangkut kenyamanan dalam berkendara atau berjalan kaki, tetapi sudah berkaitan dengan keselamatan masyarakat. Dengan kondisi jembatan yang semakin rusak, warga berharap pemerintah tidak menunggu sampai terjadi kecelakaan atau korban akibat buruknya kondisi infrastruktur tersebut.

Baca Juga  Sidak ke PT EWF, Dirreskrimsus Polda Jambi Minta Seluruh Perusahaan Lengkapi Sarana dan Prasarana Antisipasi Karhutla

«“Kami tidak ingin ada korban akibat kondisi infrastruktur yang rusak ini. Jangan sampai setelah terjadi sesuatu baru ada tindakan. Karena itu, kami berharap Pemerintah Daerah Kabupaten Tanjung Jabung Barat dapat turun langsung melihat dan meninjau kondisi jerambah ini,” lanjutnya.»

Warga juga menegaskan bahwa mereka tidak ingin kejadian seperti jembatan Sungai Landak yang roboh dan menelan korban kembali terulang. Menurut mereka, perhatian dari seluruh elemen seharusnya diberikan sebelum terjadi musibah, bukan baru setelah ada korban.

«“Kami tidak ingin seperti kejadian jembatan Sungai Landak yang roboh hingga menelan korban, baru kemudian mendapat perhatian dari semua elemen. Kami berharap kondisi jerambah ini segera ditangani sebelum terjadi hal-hal yang tidak diinginkan,” tegas warga.»

Warga juga berharap pemerintah daerah dapat memberikan perhatian serius terhadap kondisi infrastruktur di wilayah Seberang Kota, khususnya akses yang menjadi jalur vital bagi masyarakat di 8 desa.

Baca Juga  Omah Kito Resto by WH, Makan Sepuasnya Bisa Milih Siang atau Malam

Mereka meminta agar dilakukan peninjauan dan pemeriksaan langsung terhadap kondisi konstruksi jerambah, sehingga pemerintah dapat mengetahui tingkat kerusakan serta menentukan langkah penanganan yang tepat, baik melalui perbaikan maupun pembangunan kembali dengan konstruksi yang lebih kuat dan aman.

Bagi masyarakat, keberadaan akses jalan dan jembatan yang layak bukan sekadar kebutuhan pembangunan, tetapi merupakan bagian penting dalam menunjang aktivitas dan meningkatkan keselamatan serta kesejahteraan masyarakat.

Warga berharap Pemerintah Daerah Kabupaten Tanjung Jabung Barat dapat segera hadir, melihat kondisi di lapangan, dan mengambil langkah nyata sebelum kerusakan jerambah semakin parah dan menimbulkan risiko bagi masyarakat yang menggunakannya setiap hari.

Share :

Baca Juga

Berita

Kapolda Jambi Pastikan Keamanan saat Perayaan Natal dan Tahun Baru

Berita

Tak Hanya Gelar Kenal Pamit Pejabat Utama dan Kapolres, Polda Jambi Turut Gelar Tasyakuran Kompolnas Awards 2024

Berita

Apel Kesiapsiagaan Karhutla di Sarolangun Turut Dihadiri Pj Bupati, Ketua DPRD, Kapolres, Dandim 0420 Sarko dan Forkompimda 

Berita

Rakernis Fungsi Perencanaan 2025, Kapolda Jambi : Pentingnya Menyelaraskan Perencanaan dan Anggaran dengan Kebijakan Strategis Pemerintah

Berita

Dirreskrimsus Polda Jambi Turun Langsung Ke TKP Karhutla di Betara, Pastikan Upaya Pemadaman dan Pendinginan Maksimal

Berita

Optimalisasi Peran Ketahanan Pagan, Satgas TMMD Ke 126 Gelar Penyuluhan Pertanian

Berita

Pastikan Kesiapan saat Cek Gudang Logistik KPU, Ini Penyampaian Kapolres Sarolangun AKBP Imam Rachman

Berita

Operasi Patuh 2025 Dimulai, Kapolda Jambi Tekankan Junjung Tinggi Profesionalisme dan Kedepankan Sikap Humanis