Polda Jambi Terima Audiensi Kakanwil HAM, Perkuat Sinergi Penegakan Hukum Berbasis HAM Polda Jambi Perkuat Sinergi dengan Bank Mandiri Jambi dalam Pengamanan Sektor Perbankan Yello Hotel Jambi Peduli Lingkungan Gelar Aksi Word Clean Up Day di Gentala ARASY Pelaku Pembakaran Lahan Ditangkap, Kapolres Sarolangun: Terancam Hukuman 10 Tahun Penjara Komplotan Pencurian Minyak Kondensat PT Pertamina Dibekuk Ditreskrimum Polda Jambi 

Home / Berita / Nasional

Sabtu, 5 Oktober 2024 - 11:54 WIB

Ketum DPP LDII: Meskipun Dwifungsi Tiada, TNI Kian Profesional Kawal 4 Pilar Kebangsaan

Ketum DPP LDII: Meskipun Dwifungsi Tiada, TNI Kian Profesional Kawal 4 Pilar Kebangsaan

JAKARTA – TNI menyambut hari jadinya yang ke-79 pada 5 Oktober 2024. Sejarah mencatat Tentara Nasional Indonesia (TNI) lahir dari rakyat dan saat negara genting, TNI terus mengawal keamanan dan ketertiban bangsa dan negara. Hal tersebut mendapat apresiasi dari Ketua Umum DPP LDII, KH Chriswanto Santoso.

“Saat Orde Baru, TNI yang saat itu bernama ABRI (Angkatan Bersenjata Republik Indonesia) memiliki doktrin Dwifungsi ABRI yang menjadikan ABRI bisa memasuki ranah sipil sebagai kepala daerah hingga menteri. Namun saat Orde Baru runtuh, ABRI tak mengambil kesempatan untuk kudeta. Demikian pula saat Presiden Gus Dur dilengserkan MPR, tentara juga tidak mengkhianati UU No. 34 Tahun 2004 Tentang TNI,” tuturnya.

Menurut KH Chriswanto, profesionalitas TNI dalam mengawal Pancasila, UUD 1945, Bhinneka Tunggal Ika, dan NKRI (4 Pilar Kebangsaan) telah teruji sepanjang sejarah bangsa. Kini, profesionalitas tersebut dihadapkan pada tantangan medan perang modern yang kian berkembang, “Perang asimetris yang melibatkan proxy dan komunikasi, ataupun rembesan ideologi asing yang bisa mengganggu eksistensi Pancasila sebagai ideologi bangsa. Semua itu menjadi tantangan tersendiri,” papar alumni Newcastle University itu.

Baca Juga  Ditreskrimum Polda Jambi Bekuk Pelaku Pemerkosaan Adik Kandung Masih Dibawah Umur Hingga Hamil

Perang ekonomi yang mampu menghancurkan negara, belum lagi ancaman serangan siber dan virus sebagai senjata, menjadikan TNI harus terus berkembang beradaptasi dengan ancaman dan tantangan zaman. Ia pun menunjuk kasus Perang Israel melawan aliansi Hamas, Hizbullah, dan Yaman. Atau Perang Rusia-Ukraina, di mana teknologi memungkinkan perang dalam pola unik, teknologi canggih yang mahal melawan teknologi berbiaya murah.

Perang Rusia-Ukraina melibatkan perang ekonomi dalam rupa saling embargo, sehingga Kementerian Pertahanan Rusia juga diisi pakar ekonomi, agar negara itu tetap selamat dalam perang berkepanjangan.

Baca Juga  Gerebek Base Camp Penyalahgunaan Narkoba, Polresta Jambi Turut Amankan Empat Orang

KH Chriswanto berpendapat, hari ulang tahun TNI yang mengangkat tema “TNI Modern Bersama Rakyat Siap Mengawal Suksesi Kepemimpinan Nasional Untuk Indonesia Maju”, menjadi suri teladan bagi elemen bangsa lainnya, bahwa pembangunan harus berkesinambungan agar bangsa Indonesia terus maju. TNI melaksanakan tugas pokok dan fungsinya dengan baik.

“Selain itu, sebagai negara yang menganut politik bebas aktif, Indonesia memiliki tanggung jawab untuk berkontribusi dalam menjaga perdamaian dunia. LDII berharap TNI terus mengambil peran aktif dalam upaya ini, tidak hanya dalam konteks pertahanan nasional, tetapi juga dalam kerangka internasional,” pungkas Chriswanto.

Sementara itu, Guru Besar Ilmu Sejarah Universitas Diponegoro, Singgih Tri Sulistiyono mengatakan, poin penting dari TNI modern adalah mengikuti perkembangan teknologi. Di era modern, banyak aspek pertahanan bergantung pada kecanggihan teknologi. TNI tidak hanya perlu memiliki alat utama sistem pertahanan (alutsista) yang mutakhir, tetapi juga personel yang terampil dalam mengoperasikan teknologi tersebut.

Baca Juga  Komitmen Tingkatkan Layanan Kesehatan, Wali Kota Maulana Sambangi Kementerian Kesehatan

“Meskipun jumlah personel TNI cukup besar, tapi kalau teknologinya tidak canggih, maka akan mudah dikalahkan oleh lawan. Sebab, operasi militer sudah tidak menggunakan awak lagi, tapi menggunakan drone, atau kontrol jarak jauh. Ini yang harus diperhatikan,” ujarnya.

Singgih yang juga Ketua DPP LDII itu mengharapkan pemerintah meningkatkan kesejahteraan prajurit TNI, seiring dengan meningkatnya standar kehidupan baik secara nasional maupun global. Kesejahteraan yang memadai akan berkontribusi pada kesiapan dan semangat juang TNI dalam melindungi negara.

Ia juga menekankan pentingnya mempersiapkan Indonesia sebagai negara dengan pertahanan yang kuat. Hal ini mencakup keberadaan personel militer yang terlatih, organisasi yang rapi dalam komando dan koordinasi, serta peralatan alutsista yang tidak ketinggalan zaman. Semua ini sangat penting untuk memastikan bahwa Indonesia mampu mengantisipasi ancaman yang mungkin muncul. (LINES)

Share :

Baca Juga

Berita

Perkuat Sinergi Jaga Kamtibmas, Kapolda Jambi Jalin Silaturahmi dengan Pengurus HKBP

Berita

Dansat Brimob Polda Jambi Lakukan Peletakan Batu Pertama Rumdissus Untuk Personil Batalyon B Pelopor

Berita

Pererat Silaturahmi dan Koordinasi TNI-Kejaksaan, Danrem 042 Gapu Sambangi Kajati Jambi

Berita

Kabur ke Sumsel, DPO Polsek Maro Sebo Akhirnya Ditangkap

Berita

Pastikan Keselamatan dan Kelancaran Jelang Nataru, BPTD Kelas II Sidak Rampchek Kendaraan Umum di Terminal Alam Barajo

Berita

Resmi Jabat Kapolres Sarolangun, Ini Profil AKBP Wendi Oktariansyah

Berita

Berikan Rasa Aman dan Nyaman Saat Pelaksanaan Ibadah Natal, Polda Jambi Gelar Apel Pengamanan Malam Natal 2025

Berita

Harumkan Nama Kota Jambi, Pj Wali Kota : “Kafilah Kota Jambi Menjadi Batu Penjuru Anak Muda Menjadi Generasi Qur’ani”