Yello Hotel Jambi Peduli Lingkungan Gelar Aksi Word Clean Up Day di Gentala ARASY Pelaku Pembakaran Lahan Ditangkap, Kapolres Sarolangun: Terancam Hukuman 10 Tahun Penjara Komplotan Pencurian Minyak Kondensat PT Pertamina Dibekuk Ditreskrimum Polda Jambi  Ny. Puput Husaini, Bawa IAD Bangka Tengah Juara Pertama Lomba Senam Kreasi Acara Puncak Hari Adat Melayu Jambi ke 2 Dihadiri Langsung Kapolda Jambi 

Home / Berita / Pendidikan

Rabu, 25 Juni 2025 - 17:37 WIB

Menembus Hutan Sawit Demi Mendidik Anak Rimba

Menembus Hutan Sawit Demi Mendidik Anak Rimba

Oleh : Dewi Wilonna

Merangin-Jambi – Dari Kabupaten Merangin, Jambi, di balik lebatnya hutan kelapa sawit dan jalanan berbatu yang terjal, dua perempuan tangguh—Warsiti dan Fitri—menjalani rutinitas tak biasa. Setiap hari, mereka melintasi puluhan kilometer dari Desa Bukit Beringin, Kecamatan Bangko Barat, demi satu tujuan: menyampaikan ilmu kepada warga rimba atau yang lebih dikenal dengan Suku Anak Dalam.

Dengan sepeda motor tua dan langkah kaki yang tak mengenal lelah, mereka menyusuri jalan sempit, berlumpur, dan seringkali hanya bisa dilalui dengan berjalan kaki. Bukan fasilitas nyaman yang mereka tuju, melainkan hamparan tanah di bawah rindangnya pohon sawit. Di situlah “sekolah” digelar—beralaskan tikar plastik, beratapkan langit, dan berlantai tanah dan rumput.

Baca Juga  Kejari Jambi Bantah Isu Perlakuan Istimewa Terdakwa Alfian Ghafar di PN Jambi

“Kami hanya ingin mereka bisa membaca, menulis, dan berhitung,” tutur Warsiti dengan suara lirih namun penuh tekad.

Sekolah Tanpa Dinding

Tidak ada gedung. Tidak ada papan tulis. Namun di hadapan Warsiti dan Fitri, belasan anak dan bahkan beberapa orang dewasa dari Suku Anak Dalam duduk rapi dan memperhatikan. Meski sederhana, semangat belajar mereka luar biasa. Setiap kedatangan guru disambut dengan senyum dan pelukan hangat. Anak-anak itu—yang sebelumnya tak mengenal huruf—kini mulai mengeja nama sendiri.

“Rasanya semua lelah hilang saat mereka menyambut kami,” ujar Fitri sambil mengusap peluh di keningnya.

Mengajar Sambil Membagi Nasi Bungkus

Sadar bahwa perut kosong sulit diajak berpikir, kedua guru ini tak hanya membawa buku dan alat tulis. Mereka juga rutin membawa bekal makanan dari warung, yang kemudian dibagi bersama anak-anak rimba usai belajar. Kegiatan sederhana itu menjadi bentuk kasih sayang dan cara membangun kedekatan.

Baca Juga  Berkontribusi Nyata, Akpol 98 Dukung Pembentukan Perwira Polri yang Presisi

“Kami ingin mereka tahu, belajar itu menyenangkan. Tidak harus kaku,” kata Fitri sambil tersenyum.

Tantangan yang Tak Sedikit

Mengajar warga rimba bukan perkara mudah. Selain harus berpindah-pindah karena pola hidup nomaden, Warsiti dan Fitri juga kerap kesulitan mencari murid mereka yang berpindah tempat di dalam areal perkebunan sawit.

Belum lagi minimnya sarana dan prasarana. Tidak ada fasilitas belajar layak, tidak ada transportasi yang memadai, dan cuaca ekstrem kerap menjadi tantangan tersendiri. Namun semua itu tak menyurutkan semangat mereka.

“Kami hanya berharap pemerintah bisa lebih peduli. Tidak hanya kepada kami sebagai guru, tapi juga untuk anak-anak rimba yang butuh pendidikan layak,” ungkap Warsiti penuh harap.

Baca Juga  Curi Uang Celengan Sebesar 7 Juta, Pelaku Yang Merupakan Karyawan Toko Kaca Barokah Ditangkap Polres Merangin

Harapan dari Tengah Rimba

Pendidikan adalah hak semua anak, termasuk mereka yang hidup jauh dari keramaian. Apa yang dilakukan Warsiti dan Fitri menjadi bukti nyata bahwa secercah harapan bisa tumbuh bahkan di tempat paling terpencil sekalipun.

Proses belajar mengajar bersama Suku Anak Dalam

Saat dijumapai Ibu Warsito yang merupakan Guru Swasta mengatakan dirinya tidak butuh pujian, yang kami butuh adalah perhatian. Agar anak-anak ini bisa punya masa depan.”

Sementara itu, Umi, Siswa Suku Anak Dalam mengungkapkan dirinya senang kalau Bu Warsiti datang. Saya ingin belajar dan bisa baca tulis.”

Kisah dua guru ini bukan sekadar cerita tentang mengajar. Ini adalah kisah tentang keberanian, pengabdian, dan cinta—pada ilmu, pada manusia, dan pada masa depan.

Share :

Baca Juga

Berita

Apel Konsolidasi Pasca Cuti Hari Raya Idul Fitri, Wakapolda Jambi Turut Perkenalan Diri dan Sampaikan Minal Aidin Wal Faizin

Berita

Pererat Kemitraan, Kapolres Kerinci dan Jajaran Coffe Morning Sambut Ramadhan Bersama Wartawan Mitra Polres

Berita

Songsong Agenda Kerja, Pengurus Persaudaraan Shorinji Kempo Indonesia (Perkemi) Provinsi Jambi Gelar Raperprov Periode 2025-2029

Berita

Bukti Negara Hadir, Polda Jambi Gelar Patroli Gabungan Motor Skala Besar Ciptakan Situasi Kamtibmas Kondusif di Tengah Masyarakat

Berita

Silaturahmi Kebangsaan Polda Jambi Hadirkan Habib Luthfi bin Yahya, Irjen Pol Krisno : Tingkatkan Iman dan Takwa Guna Mendukung Pelayanan kepada Masyarakat

Berita

FGD Dit Intelkam Polda Jambi Pasca Pilkada Serentak bersama Kopipede, Sukses Pilkada Sukses Untuk Semua

Berita

Kunjungan Kerja Kemenkopolhukam Disambut Langsung Wakapolda Jambi 

Berita

Dukung Ketahanan Pangan dan Program Makanan Bergizi Gratis, Bhayangkari Daerah Jambi Panen Perdana dan Tebar Bibit Ikan