Polda Jambi Terima Audiensi Kakanwil HAM, Perkuat Sinergi Penegakan Hukum Berbasis HAM Polda Jambi Perkuat Sinergi dengan Bank Mandiri Jambi dalam Pengamanan Sektor Perbankan Yello Hotel Jambi Peduli Lingkungan Gelar Aksi Word Clean Up Day di Gentala ARASY Pelaku Pembakaran Lahan Ditangkap, Kapolres Sarolangun: Terancam Hukuman 10 Tahun Penjara Komplotan Pencurian Minyak Kondensat PT Pertamina Dibekuk Ditreskrimum Polda Jambi 

Home / Uncategorized

Kamis, 5 Februari 2026 - 12:39 WIB

Pihak PLTA Berikan Klarifikasi Terkait Isu Penyusutan Danau Kerinci

Pihak PLTA Berikan Klarifikasi Terkait Isu Penyusutan Danau Kerinci

Kerinci – PT Kerinci Merangin Hidro (KMH) menggelar kegiatan Coffee Morning bersama awak media dan LSM se-Kabupaten Kerinci dan Kota Sungai Penuh. Kegiatan tersebut berlangsung di Aula Hotel Mahkota, Kota Sungai Penuh, Kamis (5/2/2026).

Dalam forum tersebut, Manager PT KMH, Asroli, memaparkan sejumlah penjelasan terkait operasional Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Merangin, khususnya menyikapi isu menyusutnya air Danau Kerinci yang belakangan menjadi perhatian publik.

Asroli menjelaskan, kebutuhan air PLTA mencapai sekitar 100 meter kubik per detik. Namun, kebutuhan tersebut tidak sepenuhnya bersumber dari Danau Kerinci.

“Jika hanya mengandalkan air Danau Kerinci, tentu danau bisa mengalami kekeringan. Karena itu, PLTA tidak hanya menggunakan air danau, tetapi lebih banyak memanfaatkan aliran Sungai Batang Merangin serta anak-anak sungai lainnya,” jelas Asroli.

Baca Juga  Bawaslu Kabupaten Kerinci Gelar Rakor Dan Evaluasi Terkait Pengawasan Pilkada Serentak Tahun Lalu

Ia menegaskan, dari total kebutuhan air pembangkit dengan tiga unit turbin, hanya sekitar 40 persen yang berasal dari Danau Kerinci. Sementara 60 persen lainnya bersumber dari Sungai Batang Merangin dan aliran sungai pendukung.

Lebih lanjut, Asroli menegaskan bahwa menyusutnya air Danau Kerinci tidak disebabkan oleh aktivitas operasional PLTA Merangin. Menurutnya, salah satu faktor utama yang memengaruhi kondisi tersebut adalah faktor iklim.

Asroli mengungkapkan, kekeringan yang terjadi saat ini turut dipengaruhi oleh adanya modifikasi cuaca yang dilakukan oleh Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG). Modifikasi tersebut bertujuan menekan potensi hujan ekstrem di wilayah Sumatera yang saat ini masih dalam tahap pemulihan pascabencana.

“Modifikasi cuaca ini menyebabkan hujan tidak turun, meskipun secara pola musim, Januari masih termasuk periode basah,” ujarnya.

Baca Juga  Jurnalis di Garda Depan: Menulis untuk Kemerdekaan, Berkarya untuk Bangsa

Ia juga memaparkan hasil pemantauan elevasi dan debit air Danau Kerinci pada awal Januari 2026. Berdasarkan data tersebut, penurunan muka air danau terjadi secara bertahap dan konsisten, tanpa ditemukan adanya penurunan ekstrem atau kondisi yang tidak wajar.

Penurunan muka air tersebut, lanjut Asroli, sejalan dengan kondisi inflow yang relatif rendah dan tidak berkelanjutan. Hal ini mencerminkan adanya defisit curah hujan di wilayah daerah tangkapan air Danau Kerinci dalam beberapa waktu terakhir.

Dari hasil analisis grafik elevasi muka air, inflow, dan outflow, diketahui bahwa debit air keluar dari danau dijaga tetap stabil dan disesuaikan dengan ketersediaan air masuk. Tidak ditemukan indikasi pelepasan air berlebihan maupun pola operasi tertentu yang menyebabkan penurunan elevasi danau secara signifikan.

Selain itu, penyerapan energi oleh PLN juga tercatat mengalami penurunan seiring dengan kondisi tampungan Waduk Bendungan Kerinci, dan tidak secara langsung mengikuti volume air di Danau Kerinci. Hal ini menunjukkan bahwa fluktuasi muka air danau tidak sepenuhnya dipengaruhi oleh aktivitas PLTA.

Baca Juga  Ini Penjelasan Humas PLTA Terkait Polemik Kompensasi Dari Tuntutan Warga Pulau Pandan dan Karang Pandan

“Berdasarkan kajian hidrologis, penurunan muka air Danau Kerinci pada periode ini merupakan respons alami sistem danau terhadap kondisi iklim dan rendahnya curah hujan, bukan akibat gangguan teknis ataupun kesalahan pengelolaan sumber daya air,” tegas Asroli.

Ia berharap seluruh pihak terkait terus melakukan pemantauan secara berkala guna menjaga keseimbangan ekosistem serta memastikan ketersediaan air Danau Kerinci tetap terjaga, terutama dalam menghadapi variabilitas iklim ke depan.

Pada kesempatan tersebut, Asroli kembali menegaskan bahwa penyusutan air Danau Kerinci bukan disebabkan oleh operasional PLTA Merangin.

(Irwan)

Share :

Baca Juga

Uncategorized

Ini Alasan H.Fachruddin Razi Tokoh Masyarakat Jambi Dukung Mohd. Indrawan Husairi Caleg DPR RI dari PKB.

Uncategorized

Angkutan Batu bara Banyak Melanggar, Ditlantas Polda Jambi Kembali Surati Kementerian ESDM Untuk Cabut Izin IUP Perusahaan Tambang 

Uncategorized

Siap Amankan Pemilu, Wakapolda Jambi Cek Langsung Kesiapan Personel di Polresta Jambi 

Uncategorized

Perkuat Sinergisitas di Malam Nuzulul Qur’an, Polres Kerinci dan Kodim 0417 Kerinci Gelar Buka Puasa Bersama 

Uncategorized

Lepas 21 Personil Wisuda Purna Bhakti, Kapolda Jambi Sampaikan Penghargaan Setinggi-tingginya

Uncategorized

Subdit V Cyber Ditreskrimsus Polda Jambi Amankan Dua Pelaku Penipuan Penjualan Secara Online di Cikarang

Uncategorized

Perkuat Sinergi dan Dukungan Pendidikan Keagamaan, Kapolda Jambi Kunjungi Ponpes HSQ Muaro Jambi

Uncategorized

Tanamkan Disiplin Sejak Dini, Ditlantas Polda Jambi Sambangi TK Baiturrahman Lewat Program POLSANAK