Polda Jambi Terima Audiensi Kakanwil HAM, Perkuat Sinergi Penegakan Hukum Berbasis HAM Polda Jambi Perkuat Sinergi dengan Bank Mandiri Jambi dalam Pengamanan Sektor Perbankan Yello Hotel Jambi Peduli Lingkungan Gelar Aksi Word Clean Up Day di Gentala ARASY Pelaku Pembakaran Lahan Ditangkap, Kapolres Sarolangun: Terancam Hukuman 10 Tahun Penjara Komplotan Pencurian Minyak Kondensat PT Pertamina Dibekuk Ditreskrimum Polda Jambi 

Home / Berita / Bisnis / Nasional

Rabu, 13 Mei 2026 - 19:01 WIB

Pengumuman Index Review Rebalancing MSCI, Momentum Melanjutkan Reformasi Pasar Modal

Pengumuman Index Review Rebalancing MSCI, Momentum Melanjutkan Reformasi Pasar Modal

 

Jakarta – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencermati pengumuman Index Review Rebalancing yang telah dirilis oleh MSCI Inc. pada 12 Mei 2026, serta terus memantau pergerakan pasar modal domestik pasca-pengumuman tersebut.

“Perubahan komposisi indeks MSCI merupakan bagian dari mekanisme review berkala yang didasarkan pada sejumlah parameter seperti kapitalisasi pasar, free float, likuiditas, dan dinamika harga saham. Rebalancing ini tidak hanya dialami oleh Indonesia, tetapi juga hampir seluruh pasar Asia-Pasifik pada review kali ini,” kata Ketua Dewan Komisioner OJK Friderica Widyasari Dewi di Jakarta, Rabu (13/5/2026)

Ia mencontohkan, pada MSCI Global Standard Index, Jepang mengalami 14 emiten keluar, Taiwan 7 emiten keluar, Malaysia 6 emiten keluar, Korea Selatan 3 emiten keluar, bahkan Tiongkok meskipun menambah 22 emiten juga mengalami 24 emiten keluar. Hal ini mencerminkan adanya penyesuaian global portfolio allocation dan dinamika pasar yang cukup luas di berbagai negara dan bukan semata isu spesifik Indonesia.

Baca Juga  OJK : Pengaturan Bunga Pinjaman Daring Untuk Lindungi Konsumen

“Kami memandang ini sebagai momentum untuk terus memperkuat integritas dan pendalaman pasar modal Indonesia. OJK bersama seluruh stakeholders akan terus mendorong penguatan market integrity, peningkatan free floatdan likuiditas, perluasan basis investor, serta penguatan governanceemiten agar daya saing pasar modal Indonesia semakin kuat dan berkelanjutan,” kata Friderica.

Menurutnya, fundamental sektor jasa keuangan Indonesia tetap resilien dan stabil, sehingga volatilitas jangka pendek maupun perubahan indeks global tidak mengubah komitmen OJK untuk terus mewujudkan pasar modal yang sehat, transparan, dan kredibel bagi investor domestik maupun global.

Ke depan, OJK juga terus memperkuat koordinasi dengan Self-Regulatory Organizations (SRO) dan pemangku kepentingan guna memastikan bahwa pasar modal Indonesia semakin atraktif, likuid, dan investable dalam jangka panjang.

*Konsekuensi Jangka Pendek*

Sementara itu, Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK Hasan Fawzi mengatakan hasil rebalancing yang diumumkan MSCI Rabu ini telah diantisipasi sebelumnya.

Baca Juga  OJK Bersama Steakholder Terkait Dorong Inklusi Keuangan Tuntaskan Bentuk TPKAD di Seluruh Indonesia

Menurutnya, keluarnya sejumlah emiten Indonesia dari indeks MSCI merupakan konsekuensi jangka pendek dari proses reformasi integritas pasar modal yang telah dilakukan OJKdan SRO.

“Secara struktural ini tentu akan memiliki implikasi jangka pendek berupa penurunan dan reaksi penyesuaian harga-harga saham yang terdampak. Sehingga istilah short-term pain, bahwa kita harus menghadapi tingkat penurunan di jangka pendek ini menjadi konsekuensi yang sudah kita perhitungkan dan perkirakan sejak awal,” kata Hasan.

Menurut Hasan, pengumuman rebalancing indeks MSCI kali ini menjadi momentum pembentukan basis baru pasar modal Indonesia, yang akan menghadirkan kualitas saham-saham tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI) untuk menjadi pilihan investasi para investor serta untuk melanjutkan agenda-agenda reformasi integritas pasar modal.

“Kita harapkan akan membentuk baseline baru, untuk kemudian ke depan akan semakin menghadirkan kualitas saham-saham tercatat di Bursa, dan tentu semakin banyak kita harapkan nanti saham-saham tersebut kita dorong untuk menjadi pilihan investasi para investor,” katanya.

Baca Juga  Kasnadi Terpilih Sebagai Ketua Komisi IV DPRD Muaro Jambi

Hasan juga optimistis bahwa pasar modal Indonesia tetap prospektif dan menarik, ditopang oleh fundamental perekonomian domestik yang terjaga, basis investor yang terus bertumbuh, dan kinerja fundamental Emiten yang positif.

Menurut Hasan, pasar modal Indonesia juga dinilai tetap kompetitif, antara lain terlihat dari Price-to-Earnings Ratio (PER) IHSG yang berada di level 16 kali, serta capaian pendapatan dan laba Emiten pada triwulan I-2026 yang membukukan pertumbuhan positif.

OJK senantiasa berkoordinasi erat dengan SRO dalam mencermati perkembangan pasar dan mengambil responskebijakan yang diperlukan. Hal ini termasuk sejumlahkebijakan yang telah diperpanjang untuk menjaga stabilitas pasar, di antaranya buyback saham tanpa melalui Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS).

Selanjutnya, koordinasi dan sinergi dengan para pemangku kepantingan akan terus diperkuat guna mengimplementasikan dan mengekselerasi inisiatif-inisiatif reformasi integritas pasar modal, sehingga dapat memperkuat kredibilitas dan investability pasar modal Indonesia secara global.

Share :

Baca Juga

Berita

Digelar Korem 042 Gapu, Puluhan Band dari Perwakilan SMA Ikuti Lomba Festival Band Meriahkan HUT Ke-79 TNI

Berita

Aktivis Alumni Mahasiswa Jakarta Raya Nyatakan Sikap Dukung Haris-Sani di Pilgub Jambi 2024

Berita

Barisan Indah HUT RI ke-80 di Pasar Semurup, Polres Kerinci Berlakukan Pengalihan Arus Lalu Lintas, Ini Rutenya

Berita

Kegiatan HUT ke-7 SMSI Memperoleh Penghargaan MURI

Berita

Prioritas Utama, Pemkot Jambi Kembangkan Program Jargas Sebagai Solusi Energi Murah dan Berkelanjutan untuk Masyarakat

Berita

TMMD ke 120 Kodim 0417 Kerinci Resmi Dibuka, Pj Bupati Pimpin Upacara Pembukaan

Berita

Ratusan Bikers Yamaha Nonton dan Dukung Langsung Perjuangan Pembalap Yamaha Racing Indonesia di ARRC Mandalika

Berita

Lagu “Gara-gara Sebotol Minuman” dari Rara LIDA Memukau Warga Kerinci di Kampanye Akbar HTK-Ezi