Penumpang Arus Mudik Meningkat, BPTD Jambi Pastikan Kesiapan Angkutan Bus Lebaran
JAMBI – Pergerakan penumpang angkutan darat di sejumlah terminal tipe A di Provinsi Jambi mulai menunjukkan tren peningkatan menjelang arus mudik Lebaran 2026.
Meski jumlah armada bus yang tercatat masuk dan keluar terminal mengalami penurunan, jumlah penumpang justru meningkat dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Data rekapitulasi Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) Kelas II Jambi mencatat, pada Jumat, 13 Maret 2026 atau H-8 Lebaran, sebanyak 235 bus tercatat tiba di terminal-terminal tipe A di Provinsi Jambi. Jumlah tersebut turun sekitar 32 persen dibandingkan tahun 2025 yang mencapai 347 bus.
Namun di sisi lain, jumlah penumpang yang datang mengalami peningkatan signifikan. Tahun ini tercatat 291 penumpang datang ke terminal, naik sekitar 34 persen dibandingkan tahun sebelumnya yang hanya mencapai 217 penumpang.
Sementara itu, pada sisi keberangkatan, tercatat sebanyak 266 bus berangkat dari terminal-terminal tipe A di Jambi. Angka ini turun sekitar 28 persen dibandingkan tahun 2025 yang mencapai 368 bus.
Menariknya, meskipun jumlah armada bus menurun, jumlah penumpang yang melakukan perjalanan justru meningkat. Pada H-8 Lebaran tahun ini tercatat 979 penumpang berangkat, meningkat sekitar 5 persen dibandingkan tahun 2025 yang berjumlah 935 penumpang.
Kepala BPTD Kelas II Jambi, Benny Nurdin Yusuf, mengatakan dinamika tersebut menunjukkan bahwa mobilitas masyarakat mulai meningkat menjelang puncak arus mudik Lebaran.
Menurutnya, peningkatan jumlah penumpang meskipun jumlah bus berkurang mengindikasikan tingkat keterisian penumpang pada angkutan bus semakin tinggi.
“Data yang kami pantau menunjukkan bahwa meskipun jumlah bus yang tercatat di terminal mengalami penurunan, namun jumlah penumpang justru meningkat. Ini menandakan mobilitas masyarakat mulai meningkat menjelang periode angkutan Lebaran,” ujar Benny.
Benny menjelaskan, kondisi tersebut merupakan fenomena yang kerap terjadi menjelang puncak arus mudik, di mana tingkat okupansi atau keterisian kursi pada angkutan umum cenderung meningkat.
“Artinya, bus yang beroperasi cenderung terisi lebih banyak penumpang dibandingkan hari-hari biasa. Ini menjadi indikator awal bahwa masyarakat mulai memanfaatkan angkutan umum untuk perjalanan mudik,” jelasnya.
BPTD Jambi sendiri terus melakukan pemantauan intensif terhadap pergerakan penumpang dan armada di terminal-terminal utama, seperti Terminal Alam Barajo di Kota Jambi, Terminal Muara Bungo, Terminal Sarolangun, serta Terminal Pulau Tujuh Bangko.
Selain memantau pergerakan penumpang, BPTD Jambi juga memperkuat pengawasan terhadap aspek keselamatan transportasi melalui pemeriksaan kelayakan kendaraan atau ramp check terhadap bus angkutan umum yang melayani perjalanan antar kota.
“Keselamatan penumpang menjadi prioritas utama. Karena itu, kami memastikan seluruh kendaraan yang beroperasi dalam kondisi laik jalan dan memenuhi standar keselamatan,” tegas Benny.
Benny juga menambahkan bahwa pihaknya terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah, kepolisian, serta operator angkutan untuk memastikan kelancaran pelayanan transportasi selama masa angkutan Lebaran.
Menurut Benny, koordinasi lintas sektor sangat penting untuk mengantisipasi lonjakan penumpang yang diperkirakan akan terus meningkat mendekati hari raya Idul Fitri.
“BPTD Jambi berkomitmen memastikan pelayanan transportasi darat tetap berjalan aman, tertib dan nyaman bagi masyarakat yang akan melakukan perjalanan mudik,” pungkasnya.
Dengan tren peningkatan penumpang yang mulai terlihat sejak H-8 Lebaran, diperkirakan arus pergerakan masyarakat melalui terminal-terminal tipe A di Provinsi Jambi akan terus meningkat dalam beberapa hari ke depan. (Viryzha)










